Mayoritas Parpol Sepakat Gulirkan Hak Angket Gibran, Tinggal Tunggu Restu Prabowo!

DEMOCRAZY.ID — Gerakan politik untuk menyeret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka keluar dari Istana kini berada di ambang sejarah.

Pengamat Politik terkemuka, Ray Rangkuti, membongkar fakta mengejutkan di mana mayoritas partai politik di parlemen Senayan sejatinya telah sepakat memprosedurkan Hak Angket pemakzulan Gibran menyusul putusan menggelegar Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuktikan sang putra mahkota tidak memiliki ijazah SMA/SLTA sah saat mendaftar Pilpres.

Ray menyebut, peta dukungan parlemen untuk mengeksekusi Hak Angket kini telah menembus angka 60 persen dan hanya tinggal menunggu satu langkah krusial: sinyal atau lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto!

60 Persen Parlemen Siap Eksekusi Hak Angket Gibran!

Ray Rangkuti menelanjangi konstelasi politik terkini di DPR RI pasca-putusan MK yang menggugurkan keabsahan dokumen pendidikan Gibran.

Menurutnya, mayoritas fraksi partai politik di Senayan tidak lagi memiliki beban politik untuk membela Gibran dan siap memproses instrumen pengawasan tertinggi DPR tersebut.

“Kalau lihat suasananya, secara umum sih sebetulnya saya sudah melihat kalau partai-partai ya, secara umum itu sudah di angka 60 persen. Jadi yang sisa ini 40 persen,” kata Ray, dilansir Selasa (20/10/2026).

Secara aturan hukum tata negara, syarat pengajuan Hak Angket sangatlah ringan, yakni hanya membutuhkan usulan minimal 25 anggota DPR dari sekurang-kurangnya dua fraksi berbeda.

Dengan modal dukungan 60 persen suara parlemen yang sudah mengantongi kesepakatan, proses pemakzulan Gibran sebenarnya bisa dilaju cepat kapan saja.

Kunci Pemakzulan Ada di Tangan Prabowo: Tinggal “Miring Sedikit”!

Lantas, apa yang menahan guliran Hak Angket tersebut hingga detik ini?

Ray menegaskan bahwa sisa 40 persen kekuatan politik saat ini berada dalam kendali Istana di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Jika Prabowo menghendaki pembersihan penuh atas cacat hukum peninggalan rezim lalu, maka Hak Angket akan meluncur tanpa hambatan.

“Dari mana itu 40 persen, ya dari Istana. Jadi kalau sebetulnya istana miring aja sedikit ya, ke arah PKS, jadi ini barang. Nah ini miringnya ini belum gerak,” ungkap Ray.

Gerindra Tak Menolak Hak Angket: Sinyal Kematian Politik Gibran!

Poin paling menohok dari analisis Ray Rangkuti adalah posisi Partai Gerindra sebagai partai penopang utama Presiden Prabowo.

Berdasarkan pencermatannya terhadap berbagai pernyataan elit Gerindra, tidak ada satu pun pengurus atau politikus Gerindra yang membentengi Gibran atau menolak wacana Hak Angket.

“Gerindra kan kalau dilihat pernyataan-pernyataan mereka juga, menurut saya, cara lihatnya itu mereka menyatakan nolak apa enggak gitu. Ternyata kan sampai sekarang tuh gak ada yang menyatakan menolak hak angket. Yang ada adalah kemungkinan terbuka untuk hak angket itu diajukan,” tegas Ray.

Sikap diam dan terbukanya Gerindra terhadap Hak Angket menjadi bukti telanjang bahwa pendukung utama Prabowo pun menyadari cacat permanen pada posisi Gibran.

Publik kini menunggu ketegasan Presiden Prabowo untuk memberikan “lampu hijau” penuh demi menegakkan konstitusi dan mengakhiri kompromi politik dengan dinasti Solo!

Artikel terkait lainnya