DEMOCRAZY.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Tanjung Lago Banyuasin menyisakan momen mengejutkan ketika tenaga ahli asing menegur pejabat daerah secara langsung.
Aksi spontan tersebut memperlihatkan secara gamblang ketimpangan pemahaman teknis antara praktisi lapangan dan pembuat kebijakan.
Sikap tidak sabar terpancar jelas saat perwakilan tim penyelamat asal Brasil harus memandu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru beserta Wakil Gubernur Cik Ujang di area bekas terbakar.
Instruksi keras dilontarkan agar sang kepala daerah benar-benar menyentuh permukaan tanah demi merasakan suhu bara yang tersembunyi.
Pemicu kekesalan tersebut muncul akibat pekatnya bara bawah tanah gambut yang kerap diabaikan karena tidak memancarkan kobaran api di permukaan.
Video di Akhir Artikel
Ketidaktahuan mendasar mengenai karakter bencana lahan basah ini sering kali membuat penanganan di tingkat pejabat menjadi lambat.
Kehadiran tim internasional tersebut sejatinya bertujuan memperkenalkan inovasi larutan kimia bernama Realiza Anti Chamas untuk mengatasi krisis asap tahunan.
Formulasi serbuk khusus ini dirancang agar mampu meresap jauh ke dalam pori-pori tanah hingga mematikan sumber panas secara permanen.
Penggunaan pasokan air konvensional terbukti kurang ampuh menembus kedalaman gambut yang mongering akibat kemarau panjang.
Formulasi baru dari Brazil ini diklaim memiliki daya pemadam sepuluh kali lipat dibanding penyiraman biasa.
Cuplikan rekaman peninjauan lapangan itu dengan cepat viral dan memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat luas.
Masyarakat menilai kehadiran jajaran pemerintah di lokasi bencana masih sebatas kebutuhan dokumentasi publikasi.
Kejadian ini mempertegas beratnya taruhan nyawa yang dipikul para relawan saat menerobos pekatnya asap kebakaran.
Kontras kondisi kerja lapangan inilah yang memicu empati sekaligus kemarahan netizen.
Percakapan di media sosial pun dipenuhi nada prihatin atas rendahnya penguasaan materi bencana oleh pemimpin wilayah.
Banyak pihak menyayangkan kunjungan kerja formalitas yang tidak diimbangi kesiapan teknis mendalam.
Ungkapan frustrasi sang ahli terdengar jelas di tengah bisingnya peralatan pemadam kebakaran.
“Put your hand here, put your hand!” terdengar berkali-kali dalam video yang diunggah instagram @suaraakarrumput.
👇👇
Bencana kebakaran hutan dan lahan telah melumpuhkan aktivitas warga Sumatera Selatan selama beberapa bulan terakhir.
Kebakaran di kawasan gambut Banyuasin menjadi salah satu titik terparah yang sangat sulit dikendalikan.
Karakteristik lahan gambut membuat api mudah menjalar di bawah permukaan tanpa terdeteksi pandangan mata.
Hal ini memerlukan metode khusus serta material pemadam berdaya penetrasi tinggi agar bara benar-benar padam.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebenarnya tengah menjajaki kerja sama teknologi guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Namun, insiden kecil di Tanjung Lago ini mendadak mengalihkan fokus publik pada efektivitas kepemimpinan dalam mengatasi krisis ekologis.