IRONI! Prabowo Pamer Keberhasilan MBG di Rusia, Padahal Ribuan Anak Jadi Korban di Dalam Negeri

DEMOCRAZY.ID – Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Ferry Amsari, tidak kuasa menyembunyikan rasa geramnya terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tetap memuji program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun menelan ribuan korban keracunan.

Pernyataan tajam itu disampaikan Ferry menyusul pidato Prabowo di Rusia yang membanggakan program tersebut.

“Anak-anak keracunan karena MBG. Kau bilang bagus dan lanjutkan. Bencana di Aceh, NTT, dan Kalimantan belum tuntas,” ujar Ferry, Jumat (4/9/2026).

Sementara media asing justru menyoroti kasus keracunan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Ia menyentil ironi ketika Prabowo tetap menilai program MBG berjalan baik di tengah bencana keracunan yang menimpa anak-anak.

“Kau bilang sudah maksimal dan baik. Lalu kau keluar Negeri? Oo itu tujuan bilang bagus-bagus. Kalau nanti singgah ke Prancis, macam-mana ini,” tandasnya.

Prabowo Pamer MBG di Rusia, Media Asing Sorot Keracunan

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, atas undangan Presiden Vladimir Putin.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut MBG sebagai program yang sejalan dengan mandat rakyat Indonesia.

“Saya harus menyampaikan kepada Anda bahwa ini bukan hanya tema bagi Timur Jauh Rusia; ini juga merupakan mandat yang diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia. Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil,” kata Prabowo.

Namun, tak lama setelah pidato tersebut, media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) memberitakan kasus dugaan keracunan MBG dengan judul ‘Hampir 800 orang keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.’

Media tersebut menyoroti keluhan korban seperti mual, muntah, dan gejala keracunan makanan lainnya.

Sehari kemudian, media Rusia lainnya, News AM, juga memberitakan kasus serupa dengan judul “Di Indonesia, sekitar 2.000 siswa dan guru keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”

Berita itu menyebut sejumlah kasus, termasuk dugaan keracunan di SMA Lasem, Jawa Tengah (752 siswa dan 25 guru), pesantren di Jawa Timur (730 orang), serta kasus di Sulawesi Selatan dengan laporan makanan kurang matang dan ayam berlendir.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa penanganan bencana di Aceh, NTT, dan Kalimantan telah berjalan maksimal dan baik.

Pernyataan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Mensetneg Ferry Amsari, yang menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan realita di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Negara belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang dilayangkan oleh Ferry Amsari maupun sorotan media Rusia terhadap program MBG.

Artikel terkait lainnya