Duh Memalukan! Sehari Usai Prabowo Pamer Program MBG ke Putin, Media Rusia Malah Berita ‘Keracunan Massal’ di Indonesia

DEMOCRAZY.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Presiden RI Prabowo Subianto turut disorot media berbahasa Rusia.

Sorotan itu muncul setelah Prabowo membahas MBG dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan tema EEF 2026, ‘The Far East: Development for the Benefit of People’, sejalan dengan mandat yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya.

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis (MBG) bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi,” kata Prabowo.

Setelah pidato Prabowo, beberapa media Rusia malah memberitakan kasus keracunan MBG.

  • Media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) yang terbit Kamis (3/9/2026) itu berjudul “Почти 800 человек отравились бесплатными школьными обедами”, yang berarti “Hampir 800 orang keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”
  • Sehari kemudian, Jumat (4/9/2026), media Rusia lainnya, News AM, ikut memberitakan kasus tersebut. News AM memuat artikel berjudul “В Индонезии около 2 тысяч учеников и учителей отравились бесплатными школьными обедами”, atau “Di Indonesia, sekitar 2.000 siswa dan guru keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”

Sejumlah kasus yang diberitakan antara lain dugaan keracunan di SMA di Lasem, Jawa Tengah, yang melibatkan 752 siswa dan 25 guru.

Ada pula kasus di sebuah pesantren di Jawa Timur dengan sekitar 730 orang mengalami gejala, serta kasus di Sulawesi Selatan yang disertai laporan mengenai makanan kurang matang, ayam berlendir, dan bau amis.

Dengan demikian, ketika Prabowo membahas MBG sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia di hadapan Putin, media Rusia justru menyoroti sejumlah kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program tersebut.

👇👇

Artikel terkait lainnya