300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Sederet Aksi Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

DEMOCRAZY.ID – Serikat Tahanan Politik (SETAPOL) mengungkap dugaan penangkapan sewenang-wenang dan kekerasan oleh aparat terhadap massa aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

Perwakilan SETAPOL, Khariq Anhar, mengatakan pihaknya mencatat lebih dari 300 orang ditangkap sejak menjelang hingga pascaaksi tersebut.

Menurut dia, penangkapan bahkan telah dilakukan polisi sejak sekitar dua pekan sebelum puncak aksi.

Khariq menyebut sebagian orang yang ditangkap sebelum aksi merupakan admin akun media sosial yang bersikap kritis terhadap pemerintah.

Mereka disebut dituduh melakukan penghasutan melalui unggahan di media sosial.

“Teman-teman admin terutama yang sebelum demo bahkan, itu ditangkap tanpa surat pemanggilan,” kata Khariq saat ditemui di Jakarta pada Kamis, (3/9/2026).

Tak hanya penangkapan sebelum aksi, Khariq mengaku menerima laporan mengenai dugaan kekerasan terhadap sejumlah massa yang ditahan setelah mengikuti unjuk rasa 27 Agustus.

“Jadi kondisi (massa yang ditahan) di Polda itu, yang dari pengamatan kami, ya, itu miris. Sulit, sih, untuk diceritain,” tambahnya.

Khariq juga menceritakan dugaan penangkapan terhadap seorang pengunjuk rasa yang terpisah dari rekan-rekannya.

Menurut dia, orang tersebut sempat mendatangi pos polisi terdekat untuk meminta bantuan, tetapi justru ditangkap.

Atas sejumlah dugaan tersebut, SETAPOL mengecam tindakan penangkapan yang dinilai sewenang-wenang terhadap massa aksi yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

SETAPOL saat ini juga masih mengadvokasi massa yang menjadi korban dugaan tindakan penangkapan aparat secara serampangan.

Artikel terkait lainnya