DEMOCRAZY.ID – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menyoroti video viral yang memperlihatkan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi duduk bersebelahan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Video tersebut sebelumnya memicu polemik setelah muncul pernyataan mengenai kemungkinan percepatan perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Amien kemudian melontarkan tudingan bahwa isu tersebut berkaitan dengan upaya menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ketika beberapa hari lalu Ketua Umum Projo Budi Ari Setiadi bersama Jokowi merancang penggulingan Prabowo dan mempercepat Pilpres sebelum tahun 2029, rakyat Indonesia jadi mengetahui ternyata musuh politik Prabowo tidak lain tidak bukan ya Jokowi itu,” kata Amien Rais dalam video analisanya, Minggu (30/08/2026).
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Amien Rais.
Polemik mengenai pernyataan Budi Arie sebelumnya telah memunculkan beragam spekulasi terkait dinamika politik menuju 2029.
Selain menanggapi video Budi Arie dan Jokowi, Amien juga mengkritik dinamika pemerintahan Prabowo.
Ketua Dewan Pembina Partai Ummat itu menyoroti apa yang disebutnya sebagai penurunan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Prabowo dalam sejumlah temuan survei.
Amien menilai Prabowo masih berada dalam bayang-bayang politik Jokowi.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sebelumnya memperoleh harapan besar.
Ia menyinggung perubahan persepsi publik yang, menurutnya, mengalami penurunan dibandingkan masa awal pemerintahan.
“Belum lama ini sebuah survei yang dilakukan oleh SMRC menunjukkan angka itu merosot drastis. Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat) memperoleh angka 41 sampai 42 persen, sementara Mas Prabowo hanya 15 persen,” ujar Amien Rais dalam analisis politisnya, Minggu (30/8/2026).
Amien mengingatkan Prabowo agar tidak terus mempertahankan sikap yang dinilainya ragu-ragu dan bergantung pada pengaruh politik kelompok tertentu.
Amien juga menilai terdapat sejumlah pejabat tinggi negara yang masih memiliki kedekatan atau loyalitas politik terhadap Jokowi.
Ia kemudian menyoroti Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
Menurut Amien, Prabowo perlu memiliki kemandirian dalam menentukan arah pemerintahannya, termasuk dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran pejabat.
“Ada resep paling mudah untuk menjatuhkan Presiden Prabowo: pertahankan terus Kapolri, pertahankan terus Mendagri, juga pertahankan terus Panglima TNI,” sindir Amien.
Amien juga menyinggung momen kebersamaan Prabowo, Jokowi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Upacara HUT Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu.
Ia menilai narasi mengenai kedekatan ketiga tokoh tersebut dapat memengaruhi persepsi publik terhadap independensi politik Prabowo sebagai presiden.
Amien mengaku kecewa karena Prabowo, yang menurutnya selama ini diharapkan tampil tegas, dinilai masih belum sepenuhnya melepaskan diri dari bayang-bayang agenda politik pihak lain.
Kritik Amien tersebut kembali menambah dinamika perdebatan politik mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi serta arah pemerintahan menjelang kontestasi politik 2029.