DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo menanyakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan Prabowo di hadapan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, NTT pada Rabu 26 Agustus 2026.
Awalnya, Prabowo mengungkapkan komitmen pemerintah membangun Indonesia. Termasuk NTT.
“Seluruh NTT kita bangun, seluruh Indonesia kita bangun. Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa kita bangun,” kata Prabowo.
Dia menekankan, bagaimanapun semua warga mesti sejahtera.
“Rakyat kita harus hidup dengan baik dan sejahtera,” ujar Prabowo.
Dia kemudian mengaku dapat laporan dari Bupati Nagekeo, NTT terkait MBG.
“Saya dapat laporan dari bapak bupati bahwa rakyat Nagekeo merasakan manfaat dari MBG,” ucap Prabowo.
Prabowo pun menanyakan, apakah MBG akan diteruskan atau tidak.
“Apa benar begitu? Mau diteruskan atau tidak? Terima kasih,” imbuh Prabowo.
Menurut Prabowo, MBG mesti dilanjutkan. Dia menjelaskan alasannya.
“Saya pikir kita lanjutkan, supaya anak-anak kita sehat, ibu hamil kita sehat, dan mereka yang lanjut usia aman di saat mereka menikmati usia lanjut mereka,” jelasnya.
Masih di NTT, dalam kesempatan lain, Prabowo menegaskan MBG berguna bagi masyarakat.
Itu disampaikan Prabowo menanggapi permintaan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus agar program MBG tetap dilanjutkan di wilayahnya.
Permintaan itu disampaikan Bupati Nagekeo dalam rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).
“Kalau untuk orang yang mampu, satu porsi makanan itu tidak ada artinya. Tapi untuk mereka yang dalam keadaan susah, dan susahnya juga berhari-hari,” kata Prabowo dikutip Antara.
Prabowo mengatakan manfaat MBG mungkin tidak terlalu dirasakan masyarakat yang berkecukupan.
Namun, bagi masyarakat kurang mampu, makanan bergizi yang diberikan secara rutin dapat memberikan dampak besar.
Menurut Prabowo, dirinya kerap mendengar cerita dari masyarakat yang mengalami kesulitan saat masih kecil.
Mereka mengaku pernah berangkat dan pulang sekolah dalam kondisi lapar.
Karena itu, Prabowo menilai MBG memiliki peran penting untuk membantu generasi saat ini, khususnya ibu dan anak.
“Syukur dia sudah lulus, tapi sekarang yang kita mikir adalah ibu-ibu dan anak-anak, ya. Jadi MBG berperan,” ujarnya.
Prabowo juga meyakini manfaat program tersebut akan semakin besar apabila didukung penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih dan pengembangan desa-desa nelayan.
Sementara itu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengatakan pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG setelah melihat sejumlah dampak positif secara langsung di masyarakat.
Ia mengatakan melakukan survei nonformal dengan melibatkan guru-guru di sekolah yang menerima program MBG.
Hasilnya, tingkat kehadiran siswa di sekolah-sekolah tersebut nyaris mencapai 100 persen.
“Saya minta mereka survei kehadiran siswa, nyaris 100 persen Bapak, siswa yang di mana ada jatah MBG itu nyaris 100 persen tingkat kehadirannya,” kata Simplisius.