Geger Dugaan Suap 1 Miliar! Keluarga Almarhum Sutrimo Mantan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Akhirnya Buka Suara

DEMOCRAZY.ID – Teperdaya isu simpang siur hingga tuduhan miring, keluarga almarhum Sutrimo akhirnya resmi melayangkan laporan ke Polresta Banyumas, Sabtu (8/8/2026) malam.

Sutrimo merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) sekaligus penjaga rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Laporan polisi ini dibuat setelah 17 hari kematian Sutrimo yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi mulut dan hidung berbusa di depan sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026) lalu.

Keponakan korban, Abi, mengungkapkan alasan keluarga baru melapor ke polisi setelah lebih dari dua pekan jenazah dimakamkan.

Menurutnya, spekulasi liar yang beredar di masyarakat sudah sangat mengganggu ketenangan keluarga.

“Laporan ini untuk memastikan meninggalnya wajar atau tidak, itu saja. Beritanya sudah simpang siur ke sana-sini, tidak enak didengar, dan mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Abi usai membuat laporan di Polresta Banyumas.

Sementara itu, kakak tiri korban, Tukim, mengaku keluarga awalnya tidak menaruh kecurigaan saat jenazah Sutrimo tiba di kampung halaman di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, pada Kamis (23/7/2026) malam.

“Jenazah bersih, sudah dikafani. Pas dibuka tidak ada tanda mencurigakan. Karena kami orang kampung dan kondisi jenazah bersih, ya langsung kami ikhlaskan dan makamkan,” ungkap Tukim.

Tukim menuturkan, pihak keluarga juga tidak tahu-menahu mengenai dinamika pekerjaan adiknya selama berdomisili di Jakarta.

“Setahu keluarga, dia cuma bekerja di Jakarta saja,” tambahnya.

Penasihat hukum keluarga, Aan Rohaeni, menegaskan bahwa pihak keluarga enggan dikaitkan dengan pihak atau nama pejabat tertentu terkait riwayat pekerjaan korban.

“Keluarga sepakat tidak menyebut siapa pun. Tahunya almarhum memang kerja di Jakarta,” kata Aan.

Aan menambahkan, langkah hukum ini terpaksa diambil lantaran beredar isu miring yang menyudutkan keluarga korban.

Salah satunya tuduhan bahwa keluarga sengaja tak melapor karena telah menerima sejumlah uang.

“Apalagi ada tuduhan liar bahwa keluarga enggan lapor gara-gara sudah menerima uang Rp1 miliar. Itu tidak benar,” tegas Aan.

Untuk diketahui, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut dan hidung berbusa di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026) pagi.

Korban sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah oleh beberapa orang, salah satunya diketahui merupakan pegawai Kejaksaan Agung bernama Febrio Adiono, namun nyawanya tidak tertolong sebelum akhirnya dipulangkan dan dimakamkan di Banyumas.

Artikel terkait lainnya