Skandal SPPG Terbongkar! MBG Watch Seret Polri, Muhammadiyah, hingga TNI dalam Daftar 5 Yayasan Terbanyak

DEMOCRAZY.ID – Koordinator MBG Watch, Media Wahyudi Askar mengungkap lima yayasan dengan kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak.

Hal ini disampaikan dengan rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama dengan Komisi IX DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Mulanya, Askar menjelaskan terkait tidak adanya pelibatan tiga unsur elemen masyarakat dalam implementasi program MBG.

Adapun elemen yang dimaksud yakni orang tua, guru, serta petugas posyandu.

Padahal, menurut Askar, ketiga elemen masyarakat tersebut yang paling memahami kebutuhan anak.

Dia juga menjelaskan, masukan kepada pemerintah untuk melibatkan mereka sudah disampaikan sejak sebelum program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 lalu.

“Sejak awal sebelum MBG itu dilakukan, kami sudah sampaikan (SPPG) kelola oleh sekolah dan komunitas. Jadi kalau usulnya dekomersialisasi, itulah sebetulnya yang harus dilakukan.”

“Karena hanya ada tiga entitas yang paham entitas urusan anak yaitu orang tua, guru, serta petugas posyandu atau puskesmas. Dan libatkan entitas tiga hal ini dan tidak dilakukan,” katanya.

Askar menilai alasan pemerintah justru melibatkan yayasan untuk mengelola MBG karena tidak ada keuntungan yang didapatkan bagi para pemiliknya.

Ditambah, sambung Askar, para pemilik yayasan tersebut memiliki koneksi dengan lingkaran pemerintah.

“Saya to the point saja Bapak/Ibu, kenapa itu (melibatkan orang tua hingga posyandu) tidak dilakukan? Mengapa lewat vendor-vendor besar? Karena kalau lewat sekolah atau komunitas, tidak ada rentenya, tidak ada Rp 6 juta per hari, tidak ada uang yang diterima oleh pemilik-pemilik dapur besar itu yang terafiliasi dengan pengambil kebijakan,” katanya.

Askar juga mengungkapkan bahwa tidak mungkin pemilik SPPG belum mendapat untung hingga saat ini.

Pasalnya, menurut temuan MBG Watch, banyak dugaan korupsi anggaran yang dilakukan melalui penurunan kualitas makanan.

“Kalau dilakukan wawancara lebih dalam ya, mereka nggak nunggu balik modal dua tahun, mereka nunggu balik modal itu enam bulan. Dengan cara apa? Ya dengan diakali makanannya.”

“Bahkan banyak sekali, cek MBG Watch, harga telur puluhan ribu rupiah, tapi pencatatannya di atas Rp30 ribu sekarang,” jelas Askar.

Di sisi lain, Askar juga mengakui banyaknya pemilik SPPG yang khawatir terkait keberlangsungan program MBG ke depannya.

Namun, dia menegaskan tidak ingin mempertentangkan permasalahan tersebut.

Askar menegaskan hanya ingin berbagai permasalahan yang terjadi pada program priortias Prabowo Subianto itu agar diselesaikan.

“Ada juga asosiasi yang datang ke DPR, sebagian besar adalah orang yang punya kekhawatiran juga ya, tapi saya hanya mau bilang tidak ingin mempertentangkan secara horizontal,” katanya.

Penikmat MBG Orang Kaya, SPPG Paling Banyak Dimiliki Polri, Muhammadiyah, dan TNI

Pada momen tersebut, Askar pun menyampaikan lima yayasan yang memiliki SPPG terbanyak. Adapun daftarnya yaitu:

  1. Yayasan Kemala Bhayangkari (Polri)
  2. Persyarikatan Muhammadiyah (Muhammadiyah)
  3. Manunggal Kartika Jaya (TNI AD)
  4. YSDP
  5. Yayasan Adi Upaya (TNI AU)

Berkaca dari fenomena ini, Askar menegaskan bahwa penikmat dari program MBG adalah orang kaya.

“Ini dapur yang paling banyak, ribuan jumlahnya, dan ini dapur dimiliki oleh yayasan yang dimiliki oleh orang kaya.”

“Saya hanya ingin perjelas satu hal, kalau kita mau bicara the winner-nya dan the loser-nya, the winner-nya dari MBG yang punya dapur milik orang super kaya itu. Siapa the loser-nya itu? Relawan SPPG-nya,” ujarnya.

Artikel terkait lainnya