Tidak banyak orang yang berani mengubah arah hidup setelah menyelesaikan pendidikan di bidang yang berbeda.
Namun, itulah yang dilakukan oleh Arsita Berliana Putri, perempuan asal Bandar Lampung yang kini menempuh Magister Hubungan Internasional setelah sebelumnya lulus sebagai bidan.
Arsita menyelesaikan pendidikan Diploma IV Kebidanan pada tahun 2020. Sebagai lulusan bidang kesehatan, ia sempat membayangkan kariernya akan selalu berada di dunia medis.
Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa ketertarikannya tidak hanya pada isu kesehatan, tetapi juga pada kerja sama internasional, pendidikan, diplomasi, dan peran generasi muda dalam menyelesaikan tantangan global.

Di tengah proses mencari arah baru, Arsita mulai aktif sebagai travel content creator. Melalui media sosial, ia membagikan pengalaman mengunjungi berbagai negara sekaligus mempelajari keberagaman budaya, sistem pendidikan, dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap hubungan antarnegara. Ia melihat bahwa banyak persoalan global, seperti pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, hingga pembangunan berkelanjutan, membutuhkan kolaborasi lintas negara dan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi.
Keinginan untuk memahami isu-isu tersebut secara lebih mendalam mendorong Arsita melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Hubungan Internasional. Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan baru yang membawanya aktif mengikuti berbagai program kepemimpinan dan forum internasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, Arsita berhasil lolos mengikuti sejumlah program internasional, termasuk Youth Leadership Certification yang diselenggarakan oleh Global Business Symposium di University of Cambridge, Inggris.

Melalui program tersebut, ia berkesempatan berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara mengenai kepemimpinan, inovasi, serta tantangan global yang dihadapi generasi muda.
Menurut Arsita, latar belakang sebagai bidan bukanlah hambatan untuk mempelajari disiplin ilmu yang berbeda. Justru pengalaman di bidang kesehatan memberinya perspektif mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi isu-isu yang berdampak pada masyarakat luas.
“Saya percaya tidak ada ilmu yang benar-benar terpisah. Pengalaman di bidang kesehatan mengajarkan saya memahami kebutuhan masyarakat, sementara Hubungan Internasional membantu saya melihat bagaimana kolaborasi global dapat menjadi bagian dari solusi. Perubahan arah bukan berarti meninggalkan masa lalu, tetapi membangun fondasi baru dari pengalaman yang sudah dimiliki.”
Selain aktif sebagai mahasiswa, Arsita juga terus mengembangkan personal branding melalui media sosial. Baginya, platform digital bukan hanya tempat berbagi perjalanan, tetapi juga ruang untuk menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani mengejar peluang pendidikan dan pengalaman internasional.

Melalui Konten Perjalanan Arsita yang ia bagikan secara konsisten di media sosial, ia berhasil membangun komunitas yang saling mendukung dalam mengejar impian pendidikan di kancah mancanegara.
Baginya, setiap unggahan bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan sebuah narasi yang mendobrak stigma bahwa seseorang harus terpaku pada satu jalur karier saja, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk beradaptasi dan belajar lintas disiplin ilmu adalah kunci utama bagi generasi muda Indonesia untuk lebih berani melangkah lebih jauh di level global.
Arsita berharap kisahnya dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus. Seseorang dapat memulai dari satu bidang, kemudian berkembang ke bidang lain yang lebih sesuai dengan minat dan tujuan hidupnya. Yang terpenting adalah terus belajar, beradaptasi, dan tidak takut memulai kembali.
Ke depan, ia ingin menggabungkan pengalaman di bidang kesehatan, komunikasi digital, dan hubungan internasional untuk memberikan kontribusi yang lebih luas, baik melalui pendidikan, diplomasi publik, maupun pemberdayaan generasi muda Indonesia di tingkat global.
