Copy Paste Strategi Jokowi! Gibran Terus Pelihara Relawan, Siapkan Amunisi untuk 2029?

DEMOCRAZY.ID – Panggung politik nasional kembali bergetar oleh manuver yang sangat familiar.

Kemunculan masif kelompok-kelompok relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar fenomena kebetulan; banyak pihak menilai ini adalah “cetak biru” yang sengaja dihidupkan kembali dari era kejayaan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pengamat politik kawakan, Adi Prayitno, menyoroti pola konsolidasi yang kini sedang dimainkan Gibran.

Baginya, langkah tersebut merupakan replikasi sempurna dari strategi “akar rumput” yang pernah mengantarkan sang ayah menjadi sosok paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.

Indonesia Political Opinion (IPO) Hasrat Jokowi Berkuasa Kuat, Gibran Bakal Diusung di Pilpres 2029 Meski Tanpa Prabowo!

Replikasi Kekuatan: Relawan sebagai Mesin Tempur Utama

Dalam analisisnya yang disiarkan melalui kanal YouTube pribadinya, Minggu (5/7/2026), Direktur Parameter Politik Indonesia ini menegaskan bahwa basis relawan telah menjadi instrumen vital dalam “kitab suci” politik keluarga Jokowi.

“Kemunculan relawan Gibran ini sangat identik dengan Jokowi. Perjuangan politik yang lahir dari rahim relawan bukan sekadar pendukung, melainkan mesin penggerak yang militan,” ujar Adi.

Bagi Adi, Gibran tidak sedang mencoba sesuatu yang baru.

Ia justru sedang menjalankan strategi yang sudah teruji, yakni menata kekuatan politik dari bawah untuk membangun legitimasi yang kuat guna menghadapi kontestasi Pilpres 2029 mendatang.

“Dalam banyak hal, strategi politik Gibran hampir sama dengan yang dilakukan Jokowi. Ia sedang mereplikasi pola untuk mengonsolidasikan kekuatannya di masa depan,” tambahnya dengan nada analitis.

Bagi-Bagi Izin Tambang ke NU dan Muhammadiyah, Pakar UGM Cara Jokowi Muluskan Karir Politik Gibran dan Kaesang!

Konsolidasi relawan yang terus dilakukan Gibran saat ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial.

Relawan kini bukan sekadar kelompok hore-hore, melainkan aset politik “high-value” yang siap ditempatkan di posisi strategis dalam peta persaingan menuju kursi RI-1.

Analisis tajam Adi Prayitno menutup dengan sebuah pertanyaan besar yang sekaligus menjadi prediksi yang menggemparkan: “Sangat menarik melihat perkembangan ini.

Jika arus bawah semakin deras, tidak menutup kemungkinan besar di tahun 2029 nanti, relawan akan menjadi motor penggerak utama yang mendorong Gibran untuk maju sebagai calon presiden!”

Apakah Gibran akan benar-benar menjadi “Jokowi 2.0” dalam hal strategi, atau justru akan menciptakan narasi yang lebih radikal di tengah dinamika politik yang kian memanas?

Satu hal yang pasti, derap langkah relawan Gibran telah menabuh genderang pertarungan lebih awal.

Artikel terkait lainnya