Ramalan Ngeri Rocky Gerung: Jika Presiden Tak Ganti 80% Kabinet, Dia Pasti Jatuh!

DEMOCRAZY.ID – Pengamat politik sekaligus filsuf Rocky Gerung kembali melontarkan kritik super pedas yang langsung menusuk ke jantung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sebuah tayangan podcast di kanal IDN Times (24/06), Rocky secara blak-blakan meramal bahwa pemerintahan Prabowo terancam lengser di tengah jalan jika tidak segera melakukan perombakan radikal pada jajaran menterinya.

Tanpa tedeng aling-aling, Rocky memberikan tenggat waktu yang sangat krusial, yakni pada bulan Oktober mendatang.

“Kalau Oktober Presiden tidak ganti 75 sampai 80 persen kabinet, dia pasti jatuh,” ujar Rocky Gerung dengan gaya bicaranya yang khas dan sarkastis.

Sebut ‘Kabinet Dungu’ dan Masalah Kualitas

Rocky menilai komposisi menteri yang mengisi pos-pos pemerintahan saat ini tidak kompeten dan terlalu gemuk.

Struktur yang besar namun minim esensi ini dianggap menjadi bom waktu yang siap menghancurkan kepemimpinan presiden baru tersebut.

“Ini Kabinet dungu. Selama Presiden Prabowo tetap memelihara kabinet yang besar ini, dengan kualitas yang buruk, dia akan gagal,” tegas Rocky.

Lebih lanjut, Rocky menganalisis adanya indikasi bahwa Presiden Prabowo sebenarnya berada dalam posisi terjepit.

Ia menduga presiden sengaja mengakomodasi nama-nama tersebut bukan karena keahlian, melainkan karena utang budi politik pasca-Pilpres.

“Itu juga menunjukkan Prabowo disandera oleh kepentingan yang tidak bisa dia sebutkan. Tapi dia akan anggap mereka ini kan sudah ‘berdarah-darah’ (ikut memenangkan Pilpres),” tambahnya.

Sentil Program MBG dan Batas Ambisi APBN

Tak hanya menyerang postur kabinet, Rocky Gerung juga menyoroti program-program mercusuar pemerintah, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digugat di Mahkamah Konstitusi.

Menurutnya, pemerintah harus realistis melihat kondisi keuangan negara yang kian menipis.

“Ambisi politik itu batasnya adalah APBN. Lo punya ambisi setinggi apa, APBN akan bilang: eh, stop. Yang jelas MBG itu mesti dibatalkan,” pungkas Rocky mengakhiri analisis menohoknya.

Pernyataan keras Rocky Gerung ini seolah menjadi alarm dini bagi Istana.

Publik kini menunggu apakah Presiden Prabowo akan berani mengambil langkah ekstrem melakukan reshuffle massal pada Oktober nanti, atau tetap mempertahankan barisan kabinetnya demi menjaga stabilitas koalisi politik.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO

Artikel terkait lainnya