Ditodong Pistol Hercules! Putri Ahmad Bahar Alami Trauma Berat, Dipaksa Buka Hijab di Markas GRIB

DEMOCRAZY.ID – Setelah dibawa paksa ke markas pusat GRIB Jaya di wilayah Jakarta Barat pada Minggu (17/5/2026), F (33), putri penulis buku Ahmad Bahar, mengungkap kesaksiannya menghadapi peristiwa yang membuat dirinya trauma tersebut.

F bercerita bahwa ia dipaksa ikut oleh sejumlah orang yang datang ke rumahnya di Cimanggis, Depok, untuk mencari keberadaan ayahnya.

“Saya sudah bilang, saya gak mau ikut gitu kan. Ya karena kan yang dicari bapak. Tapi mereka tetap memaksa saya untuk ikut,” kata F kepada wartawan usai mendatangi Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

F mengatakan, awalnya hanya sekitar empat orang yang datang ke rumahnya.

Namun, jumlah mereka terus bertambah hingga membuat dirinya merasa takut.

Menurut dia, orang-orang tersebut meminta dirinya ikut ke kantor GRIB dengan alasan untuk menjamin keamanan situasi di rumah.

“Mereka bilang, ‘nanti kita bikin surat di atas meterai bahwa menjamin kamu akan aman’. Saya bilang ‘saya enggak mau’,” lanjut F.

F mengaku pada akhirnya ia terpaksa ikut ke markas GRIB Jaya setelah Ketua RW dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah tempat tinggalnya datang ke lokasi.

Pada saat itu, ia khawatir kondisi neneknya di dalam rumah terancam jika dirinya tetap menolak.

“Kalau saya enggak ikut akan semakin banyak orang yang akan datang,” kata dia.

Setelah tiba di markas GRIB Jaya, F mengaku diminta menunggu Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

Saat bertemu Hercules, F dituduh mengirim ancaman kepada Hercules dan istrinya. Namun, ia membantah tuduhan tersebut.

“Setelah Pak Hercules datang, Pak Hercules masih tetap bilang, ‘kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya’. Saya bilang, ‘maaf Pak, bukan saya’. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar F.

Ia juga mengaku mendapat intimidasi verbal saat berada di markas GRIB Jaya.

Menurut F, dirinya berada di tengah banyak pria bertubuh besar sehingga merasa tidak berdaya.

“Lagian saya siapa sih berani-beraninya ngancam beliau, urusan saya apa, saya kenal aja enggak, tahu istrinya juga enggak tahu siapa,” kata F.

“Di sana ya banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas. Apalagi di situ posisinya kan saya dikelilingi oleh laki-laki, kebanyakan laki-laki gitu kan, besar-besar,” sambungnya.

F turut mengungkap adanya ucapan yang menurutnya tidak pantas dilontarkan kepadanya, termasuk perintah untuk melepas jilbab.

“Dia bilang, ‘kamu nih gimana sih kamu kan perempuan, kamu harusnya berbuat baik, copot aja itu jilbab kamu’,” tutur F.

Tak hanya itu, F juga mengaku diancam tidak bisa pulang jika ayahnya tidak datang menemui Hercules.

“Kalau bapak kamu enggak datang sekarang, kamu enggak akan bisa pulang dari sini,” kata F menirukan ucapan yang diterimanya.

Dalam kesaksiannya, F juga menyebut Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya sebanyak dua kali.

“Dia mengeluarkan pistol itu kan. Terus, ‘kamu kalau berani nih kamu lihat nih ya’, sambil tunjuk-tunjuk. Saya pikir enggak bakal sampai menembakkan gitu kan. ‘Nih saya tembakkan, dor dor’, dua kali dia tembakkan,” ujar F menirukan ucapan Hercules.

Meski berkali-kali membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, F mengaku tetap disalahkan.

“Dari awal saya udah bilang saya enggak tahu apa-apa, itu bukan saya, tapi tetap saya disalahkan,” kata dia.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya