Bongkar Borok Juri LCC 4 Pilar! Sang Kakak Tak Terima Adiknya ‘Diteror’ Usai Protes: Jangan Rusak Mental Anak Bangsa

DEMOCRAZY.ID – Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul curhatan dari seorang perempuan yang mengaku sebagai kakak peserta asal Kalimantan Barat.

Curhatan tersebut viral usai diunggah melalui akun TikTok @zvanniisygg.

Dalam unggahannya, ia mengakSHADPWu adiknya mengalami tekanan mental setelah video protes terkait keputusan juri menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Sang kakak menyebut adiknya kini mengalami perubahan kondisi secara emosional.

Ia mengaku sang adik menjadi lebih pendiam, sulit tidur, bahkan kehilangan nafsu makan setelah muncul pesan WhatsApp bernada ancaman.

Menurut pengakuannya, ada pihak yang meminta agar video protes terhadap keputusan juri segera dihapus.

Jika tidak, disebutkan akan ada langkah somasi terhadap pihak yang menyebarkan video tersebut.

“Sekarang adikku ditekan lewat chat WA entah dari siapa, disuruh hapus video yang sudah terlanjur viral, kalau nggak bikin di somasi,” tulis akun tersebut.

Ia mengatakan kondisi itu membuat adiknya merasa tertekan karena persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan perlombaan kini berkembang menjadi perbincangan publik.

Dalam unggahan lainnya, sang kakak menceritakan perjuangan adiknya sebelum mengikuti kompetisi tersebut.

Ia menyebut sang adik berlatih selama berbulan-bulan demi bisa tampil maksimal mewakili daerahnya.

“Adikku latihan berbulan-bulan. Hafal konstitusi sampai tidur pun komat-kamit,” tulisnya.

Kekecewaan keluarga muncul saat sesi perlombaan berlangsung dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi MPR RI.

Menurut penuturannya, adiknya dianggap memberikan jawaban yang benar, namun justru dinyatakan salah oleh juri.

Peserta asal Kalimantan Barat itu disebut menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden,” demikian jawaban yang dituliskan ulang oleh sang kakak.

Namun, jawaban tersebut dinilai salah oleh juri sehingga timnya mendapat pengurangan nilai sebesar lima poin.

Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dilempar kepada tim lain.

Sang kakak mengklaim jawaban dari peserta lain pada dasarnya tidak berbeda, tetapi justru dianggap benar dan mendapat tambahan nilai 10 poin.

“Soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama persis. Juri bilang: ‘Inti sudah benar.’ Nilai 10,” lanjut unggahan tersebut.

👇👇

Potongan video momen itu kemudian ramai dibagikan ulang oleh pengguna media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

Banyak yang mempertanyakan konsistensi penilaian juri dalam perlombaan tersebut.

Tidak sedikit pula yang menyayangkan adanya dugaan tekanan terhadap peserta yang masih berstatus pelajar hanya karena menyampaikan keberatan atas hasil penilaian lomba.

Di tengah situasi tersebut, sang kakak mengaku adiknya sempat merasa bersalah dan mempertanyakan apakah dirinya perlu meminta maaf karena dianggap memicu kegaduhan.

“Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh,” tulis akun tersebut menirukan ucapan sang adik.

Unggahan itu pun menuai simpati luas dari warganet.

Banyak yang meminta agar peserta tetap mendapatkan pendampingan dan tidak menerima tekanan psikologis akibat polemik yang berkembang di media sosial.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara maupun panitia LCC 4 Pilar MPR RI terkait dugaan ancaman somasi maupun polemik penilaian juri yang viral tersebut.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya