DEMOCRAZY.ID – Kepala Litbang Pendidikan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Feriyansyah, menilai rencana pengadaan layar pintar di sekolah Interactive Flat Panel (IFP) masih memunculkan perdebatan, terutama terkait prioritas pembangunan pendidikan di Indonesia.
Menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan sebelum menjalankan program tersebut secara masif.
Pasalnya, masih banyak sekolah di berbagai daerah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dasar.
“Layar pintar ini kan masih menjadi perdebatan tentang prioritas pembangunan. Karena masih banyak sebenarnya beberapa data di lapangan, sekolah-sekolah yang masih membutuhkan pembangunan fisik yang cukup memprihatinkan di beberapa daerah,” kata Feriyansyah saat dihubungi, Minggu (10/5/2026).
Ia menambahkan, pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan dasar seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.
Kualitas ruang kelas dan fasilitas dasar sekolah, menurutnya, masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
“Dan saya kira itu juga menjadi prioritas bagaimana ada standar sarana prasarana yang harus juga dipenuhi dalam pelaksanaan pendidikan dasar,” ujarnya.
Selain itu, Feriyansyah mengingatkan bahwa pengadaan layar pintar perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pendukung di masing-masing sekolah.
Tidak semua sekolah, kata dia, memiliki akses internet maupun pasokan listrik yang memadai.
Karena itu, ia meminta pemerintah memiliki data yang akurat sebelum merealisasikan program tersebut agar pelaksanaannya efektif dan tepat sasaran.
“Tidak semua sekolah itu punya akses terhadap internet, listrik, dan sebagainya. Dan ini harus benar-benar punya data yang riil agar efektif dan efisien dalam pengadaannya,” jelas Feriyansyah.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan seluruh ruang kelas di Indonesia dilengkapi fasilitas layar pintar untuk mendukung pembelajaran interaktif dan pemantauan pendidikan secara nasional.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung program pengadaan layar pintar di sekolah. Ia menyebut setiap sekolah akan menerima tambahan perangkat layar interaktif mulai tahun ini.
“Mulai tahun ini tiap sekolah akan terima tiga. Berarti saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar karena dia memang pintar, kita bisa gunakan interaktif,” jelasnya.
Menurut Prabowo, perangkat tersebut dapat membantu proses pembelajaran, terutama di daerah terpencil.
Guru dinilai dapat memperoleh dukungan materi secara langsung dari pusat.
“Nantinya guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat pelajarannya, tambahan, silabusnya, bantuan-bantuan bahan kita bisa langsung, waktu yang real time,” tuturnya.
Sumber: Inilah