Mengerikan! Makna Tersembunyi di Balik Kue Tali Gantungan Menteri Israel: Provokasi atau Ancaman Nyata?

DEMOCRAZY.ID – Sabtu lalu Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben Gvir merayakan ulang tahunnya yang ke-50.

Dalam perayaan ulang tahun tersebut, publik dibuat geram dengan penampakan kue ulang tahun yang diketahui dibuat oleh sang Istri.

Kue tersebut menampilkan simbol jerat gantung berwarna emas di bagian puncaknya.

👇👇

Jerat ini diketahui merujuk pada referensi langsung terhadap dorongan lama Ben Gvir untuk mengesahkan hukuman mati terhadap warga Palestina demikian seperti dikutip dari laman worldisrael.com, Selasa 5 Mei 2026.

Sementara itu, tepat di bawah simbol tersebut tertulis tulisan berbahasa Ibrani yang jika diterjemahkan berarti ‘kadang mimpi menjadi kenyataan’.

Tak hanya itu saja, kue berwarna putih dengan tiga tingkatan itu juga menampilkan pistol serta peta Palestina tanpa mencantumkan wilayah Tepi Barat dan Gaza yang ditutupi oleh bendera Israel.

Penampakan kue ulang tahun menteri keamanan Israel itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial X.

👇👇

@cnn Israel’s far-right Minister of National Security Itamar Ben-Gvir celebrated his 50th birthday with a cake featuring the image of a noose, which is the symbol of a controversial law passed in March mandating the death penalty for Palestinians convicted of killing Israelis. CNN’s Oren Liebermann reports. #CNN #News ♬ original sound – CNN

Banyak pengguna media sosial yang menyerang balik Ben Gvir dengan kalimat bernada keras.

“Akan sangat menyenangkan melihat dia diadili dan digantung oleh pengadilan Iran pada 7 Januari 2031,” komentar netizen.

“Dia sebenarnya seorang nazi namun berpura-pura menjadi seorang Yahudi,” kata lainnya.

“Dia akan melakukan apa saja untuk tetap menjadi pusat perhatian,” sindir netizen.

Sejumlah media internasional juga telah memberitakan tentang desain kue ulang tahun yang dibuat oleh istri Ben Gvir.

Salah satunya adalah media Al Jazeera, media yang berbasis di Qatar itu bahkan menjadikan foto kue tersebut sebagai berita utama mereka.

Dalam laporannya, tampilan itu dikecam sebagai cerminan ‘kebijakan penuh kekerasan’ dan ‘ambisi ekstremis’ di dalam pemerintahan Israel.

Kehadiran Polisi Picu Kritik di Dalam Negeri

Bukan hanya soal kue saja, perayaan ulang tahun Ben Gvir juga ramai dikritik publik Israel.

Sebab perayaan ulang tahun sang menteri yang digelar di sebuah vila pribadi itu turut dihadiri oleh kepala polisi Israel dan sejumlah perwira tinggi lainnya.

Kehadiran aparat penegak hukum dalam acara tersebut memicu kritik tajam dari media dan tokoh politik Israel.

Mereka memperingatkan adanya potensi politisasi institusi kepolisian, yang dinilai bisa mengancam independensi penegakan hukum di negara tersebut.

Kontroversi ini juga muncul tak lama setelah pernyataan mantan perdana menteri sekaligus kandidat pemilu saat ini, Naftali Bennett.

Dalam beberapa wawancara dengan media Israel, Bennett menegaskan pentingnya menjaga independensi kepolisian.

Ia bahkan memperingatkan bahwa pejabat mana pun yang membiarkan kepentingan politik memengaruhi kinerja polisi akan “langsung diberhentikan” jika ia kembali memimpin.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya