Eks Santri Bongkar Kelakuan ‘Kiai Ashari’ Yang Diduga Cabuli 50 Siswi: 11 Tahun Saya Jadi Budak!

DEMOCRAZY.ID – Kasus dugaan pencabulan di lingkungan pondok pesantren kembali terulang.

Terbaru, seorang kiai bernama Ashari dilaporkan telah mencabuli 50 orang santriwatinya.

Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah.

Ashari kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pati.

Pengakuan Mantan Santri

Terbongkarnya kelakuan bejat Kiai Ashari membuat warga sekitar ponpes dibuat geram.

Mereka meramai-ramai melakukan demo mengecam aksi tersangka pada Sabtu siang (2/5/2026).

Massa membentangkan spanduk berisi pesan protes seperti: SANG PREDATOR.

Turut dalam demo, warga sekitar pondok sekaligus mantan santri Shofi yang membongkar kelakuan bejat Kiai Ashari.

Ia mengaku selama bertahun-tahun menjadi budak karena dieksploitasi.

Uang milik Shofi diperas untuk kepentingan pribadi Kiai Ashari.

“Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari,” katanya, Senin (4/5/2026).

Shofi melanjutkan ceritanya, sejak 2008 ia terus dipaksa untuk membohongi kedua orang tuanya.

Kiai Ashari menyuruh Shofi berpura-pura menimba ilmu di sebuah pondok di Jepara.

Ia juga disuruh meminta biaya bulanan, nantinya uang masuk ke kantong pribadi tersangka untuk membangun fasilitas-fasilitas ponpes.

Tidak sampai di situ, Shofi nekat menjual tanah miliknya, uangnya lagi-lagi diberikan ke Kiai Ashari.

Setelahnya uang terkumpul, tenaga Shofi diperas untuk ikut mendirikan bangunan-bangunan mulai dari musala hingga pondok, tanpa kompensasi upah.

Untungnya pada 2018, Shofi bisa sadar dan terlepas dari perbudakan.

Hanya Bisa Pasrah Diperbudak

Ketaatan Shofi ke Kiai Ashari bukan tanpa dasar.

Tersangka diduga mendoktrin dengan mengaku sebagai Wali Allah sekaligus keturunan Nabi Muhammad SAW kepada Shofi sehingga dapat dimanfaatkan hartanya.

“Dia bisa menebak mbah saya meninggal kapan dan jam berapa. Dia juga bisa menebak adik saya melahirkan jam sekian, jenis kelaminnya cowok, dan nanti harus dinamai ini.”

“Itu terjadi sungguhan sehingga saya dulu percaya dia memang wali,” kenang Shofi.

Meski sudah selama belasan tahun di pondok Kiai Ashari, belum sekalipun ia melihat aksi pelecehan tersangka.

“Kalau berzina (hubungan seksual) kan tidak ada yang lihat,” tandasnya.

Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

Faktanya Kiai Ashari sudah dilaporkan empat korban ke polisi sejak 2024 lalu.

Namun, proses penyelidikan sempat tersendat karena ada korban yang menarik keterangannya.

Bahkan ada keluarga korban ingin kasus diselesaikan lewat jalur damai.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi menjelaskan, pihaknya terus melakukan pendalaman hingga gelar perkara pada akhir bulan April 2025.

“Penyidik sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka pada tanggal 28 April kemarin,” katanya.

Meski sudah jadi tersangka, hingga kini Kiai Ashari belum ditahan.

Polisi menilai yang bersangkutan kooperatif, ini menjadi alasannya.

Kombes Pol Jaka menambahkan, hingga sekarang ada 50 diduga korban.

Mereka semua adalah santriwati dari tingkat SMP dengan latar belakang yatim piatu.

“Informasi sampai 50 korban itu belum ada pernyataan resmi kepada penyidik.”

“Kami akan membuka detail barang bukti dan perkembangan kasus dalam rilis resmi mendatang,” pungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya