Terungkap Alasan Trump Ngamuk dan Tolak Syarat Iran, Ada Poin Rahasia yang Bisa Picu ‘Perang Besar’?

DEMOCRAZY.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak tawaran perdamaian terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri ketegangan.

Keputusan ini diambil setelah Trump melakukan kajian mendalam terhadap draf rencana strategis yang dikirimkan oleh pihak Teheran.

Trump menilai poin-poin dalam usulan tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah Washington.

Penolakan ini menandakan bahwa tekanan diplomatik dan militer Amerika Serikat terhadap Iran akan terus berlanjut.

Operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat di kawasan tersebut diklaim Trump masih berjalan sesuai rencana.

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan tegas tersebut merespons laporan mengenai rencana tiga tahap Iran untuk mencapai stabilitas jangka panjang.

Iran sebelumnya dikabarkan bersedia menghentikan aktivitas pengayaan uranium mereka dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.

Tawaran tersebut juga mencakup penghentian total segala bentuk permusuhan dengan Amerika Serikat dalam sebulan.

Skema perdamaian ini dirancang untuk menciptakan gencatan senjata menyeluruh yang melibatkan sekutu masing-masing di Timur Tengah.

Dalam draf tersebut, Iran mengusulkan adanya kesepakatan non-agresi yang turut mengikat posisi Israel dan proksi regional.

Tim pemantau internasional rencananya akan dibentuk untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama masa gencatan senjata berlangsung.

Pada fase teknis, Iran menawarkan pembekuan pengayaan uranium dengan batas maksimal hanya sebesar 3,6 persen.

Angka ini merujuk pada prinsip penyimpanan nol guna meyakinkan dunia internasional atas program nuklir mereka.

Tahap akhir dari proposal itu adalah pembukaan dialog strategis antara Iran dengan negara-negara tetangga Arab.

Konflik ini berakar dari kekhawatiran global terhadap ambisi nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Hubungan kedua negara semakin memanas setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir sebelumnya dan memberlakukan sanksi ekonomi.

Rencana tiga tahap ini merupakan upaya terbaru Iran untuk keluar dari isolasi diplomatik melalui jalur negosiasi formal.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya