DEMOCRAZY.ID – Situasi keamanan di Alice Springs memanas setelah penangkapan Jefferson Lewis yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan bocah perempuan.
Massa yang marah mengepung fasilitas medis tempat tersangka dirawat hingga memicu bentrokan fisik dengan aparat keamanan.
Otoritas kepolisian kini memperluas investigasi untuk menyeret pihak-pihak yang membantu persembunyian pelaku selama masa pelarian.
Kemarahan publik memuncak karena korban yang dikenal sebagai Kumanjayi Little Baby ditemukan tidak bernyawa setelah menghilang berhari-hari.
We all know the Australian Government spend tens of billions every year on Indigenous programs. Yet in some communities, conditions are still totally unacceptable. This isn’t about how much money we throw at the problem. It’s about where it goes and who is accountable when it… pic.twitter.com/ih9xEsryos
— Tyler Green (@GreenTyler27) April 30, 2026
Polisi memperingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri dan keterlibatan membantu buronan tidak akan ditoleransi hukum.
Sekitar 400 warga berkumpul di luar rumah sakit sambil menyuarakan tuntutan hukuman adat atau “payback”.
Massa menuduh pihak kepolisian memberikan perlindungan berlebih kepada pria yang baru bebas dari penjara tersebut.
Gas air mata terpaksa ditembakkan petugas guna membubarkan kerumunan yang mulai melemparkan benda tajam dan tumpul.
Get mad Australia..this is how little 5 year old Sharon Granites, an aboriginal clearly neglected child. Now her ‘family’ want us to call her “Kumanjayi Little Baby” can’t have an aboriginal child called Sharon.
Her grandmother was illegible today at her press conference, her… pic.twitter.com/JnycQrAedw— 🇮🇱🇦🇺Enormous Extraterrestrial (@ladymoomoo95) April 30, 2026
Beberapa kendaraan dinas milik kepolisian dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan massa yang tidak terkendali.
Upaya pembakaran mobil polisi juga sempat terjadi sebelum petugas berhasil meredam eskalasi kekerasan di lokasi.
Komisaris Polisi Martin Dole menyatakan tersangka ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat serangan bertubi-tubi dari warga.
“Lewis mengalami serangan berkelanjutan dan pingsan saat polisi tiba untuk menangkapnya,” ungkap Martin Dole dalam keterangannya.
Around 500 Aboriginals in the Northern Territory have surrounded the hospital where the Aboriginal r*pist & murderer of 5 year old Sharon Granites is being treated.
The mob are demanding they bring out the murderer for justice.
Baca JugaI have no faith in our justice system which is… pic.twitter.com/EBoQEgHE0m
— Lozzy B 🇦🇺𝕏 (@TruthFairy131) April 30, 2026
Meski sempat dikeroyok, luka-luka yang diderita Lewis dianggap tidak cukup parah untuk menjalani rawat inap jangka panjang.
Aparat segera menerbangkan Lewis ke Darwin demi menghindari amuk massa susulan yang lebih besar di Alice Springs.
Polisi menegaskan akan segera menjatuhkan tuntutan resmi kepada Lewis dalam beberapa hari ke depan setelah proses administrasi selesai.
Keluarga korban kini berada dalam duka mendalam dan meminta masyarakat untuk menghentikan aksi kekerasan di jalanan.
These were the living conditions that kumanjayi, the 5 year old indigenous baby, was kidnapped and brutally murdered from
Baca JugaThis is a national disgrace
If you intervene, it’s racist
If you don’t intervene, indigenous kids grow up in absolute inhumane conditions.
Disgraceful pic.twitter.com/143pN9eVR5
Baca Juga— BroBro🇦🇺🏇🏻 (@realRick_AUS) April 30, 2026
Robin Granites selaku tetua adat sekaligus kakek korban meminta warga menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Apa yang terjadi minggu ini bukanlah cara kami,” kata Robin Granites dalam pernyataan resminya kepada publik.
Ia menambahkan bahwa meski keluarga sangat terpukul, fokus saat ini adalah memberikan penghormatan terakhir kepada cucunya.
“Pria ini telah ditangkap berkat aksi masyarakat, dan kita sekarang harus membiarkan keadilan berjalan semestinya sementara kita mengambil waktu untuk berkabung bagi Kumanjayi Little Baby dan mendukung keluarga kami,” lanjut Robin.
NT Police have arrested Jefferson Lewis for the alleged abduction, r*pe & murder of Kumanjayi Little Baby.
He was found Thursday night at Charles Creek Town Camp in Alice Springs. Locals reportedly attacked & beat him before his arrest.
Lewis was hospitalised as an angry crowd… pic.twitter.com/vixSHw8DUd
— katy 🌸 (@KatyKray73) April 30, 2026
Ibu kandung korban juga menyampaikan pesan menyentuh terkait kepergian putri tercintanya yang mendadak dan tragis.
“Akan sangat sulit untuk menjalani sisa hidup kami tanpa kehadiranmu,” ungkap sang ibu yang identitasnya dirahasiakan.
Pihak keluarga meyakini bahwa korban kini telah berada di tempat yang tenang bersama kerabat yang telah tiada.
“Kami tahu kamu berada di surga bersama anggota keluarga lainnya dan Yesus. Aku dan saudaramu akan menemuimu suatu hari nanti,” tambahnya.
Proses identifikasi forensik masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian bocah malang tersebut.
Kumanjayi Little Baby dilaporkan hilang sejak Sabtu lalu setelah terakhir kali terlihat di kamp pemukiman Aborigin.
Pencarian besar-besaran yang melibatkan relawan dan polisi berakhir duka saat jasadnya ditemukan di area semak pada Kamis.
Jefferson Lewis menjadi tersangka utama karena ia menghilang dari pengawasan tepat saat bocah tersebut dilaporkan tidak ada di tempat tidur.
Lewis sendiri diketahui baru saja menghirup udara bebas dari penjara enam hari sebelum peristiwa penculikan terjadi.
Ketegangan di Alice Springs merupakan akumulasi dari rasa kehilangan warga terhadap keselamatan anak-anak di wilayah tersebut.
Sumber: Suara