DEMOCRAZY.ID – Sebuah kompleks properti mewah bernama Royal Garden yang terletak di kawasan Sheshan, Shanghai, menjadi sorotan netizen setelah terungkap bahwa kepemilikannya berada di tangan keluarga konglomerat Indonesia.
Dengan nilai fantastis mencapai 17 miliar yuan atau setara dengan sekitar Rp 43,2 triliun, kompleks ini menawarkan kemewahan yang sulit ditandingi.
Royal Garden membentang di atas lahan seluas 180 hektar dan terdiri dari enam bangunan utama, masing-masing dengan gaya arsitektur yang berbeda.
Fasilitas di dalamnya mencakup helipad pribadi, kolam renang besar, dan danau buatan pribadi.
Bahkan, dekorasi interior kompleks ini saja menelan biaya sebesar 1,7 miliar yuan.
The most expensive private residence in China. Owned by an Indonesian tycoon. pic.twitter.com/pYosNRVPZw
— Dragon kingdom.wu🌃 (@loongkingdom) April 29, 2026
Dikabarkan bahwa barisan pengawal dan pengasuh yang melayani kompleks ini membentang sepanjang 100 meter.
Kompleks ini kabarnya dimiliki oleh keluarga Huang Zhiyuan (Hanzi: 黄志源), yang juga dikenal dengan nama Indonesia Teguh Ganda Wijaya, putra sulung pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja.
Huang Zhiyuan, yang lahir di Indonesia pada tahun 1944 dan memiliki akar leluhur di Quanzhou, Fujian, merupakan tokoh sentral di balik kesuksesan Sinar Mas Group.
Ia menempuh pendidikan di Departemen Matematika dan Mekanika Universitas Peking pada tahun 1963, sebelum kembali ke Indonesia pada tahun 1968 untuk bergabung dengan bisnis keluarga.
Rumor yang beredar menyebut Shanghai Sheshan Royal Garden sebagai rumah pribadi termahal di China, dan kerap dikaitkan dengan keluarga Eka Tjipta Widjaja dari Sinar Mas Group.
Kompleks di Sheshan, Shanghai ini disebut berdiri di atas lahan 12 hektar, berisi enam vila mewah… https://t.co/LmS4cBlhQt
— Dosen Pembimbing (@Dospemz) April 30, 2026
Di bawah kepemimpinan Huang Zhiyuan, Sinar Mas Group fokus pada industri pulp dan kertas sebagai bisnis inti, mengembangkan Asia Pulp & Paper (APP) menjadi salah satu dari sepuluh besar perusahaan kertas global.
Sejak tahun 1992, ia memperluas bisnis ke pasar China dengan investasi sekitar USD 4 miliar, mendirikan 13 pabrik dan 5 hutan tanaman di berbagai wilayah China.
Hingga tahun 2022, keluarga ini telah menyumbangkan hampir 1,3 miliar RMB untuk berbagai kegiatan amal di China, termasuk infrastruktur pendidikan, bantuan bencana, dan dukungan untuk Olimpiade Musim Dingin.
Atas dedikasinya, Huang Zhiyuan menerima berbagai penghargaan bergengsi.
Pada tahun 2008, Sinar Mas Group dianugerahi gelar “Most Caring Foreign Enterprise” oleh Kementerian Urusan Sipil China.
Secara pribadi, Huang Zhiyuan menerima penghargaan seperti Indonesia Outstanding Management Award, China Charity Award, dan gelar warga kehormatan dari berbagai daerah.
Pada Desember 2022, ia dianugerahi gelar “Honorary Citizen of Shanghai” sebagai pengakuan atas kontribusinya.
Terbaru, pada Maret 2026, ia menerima “Jiangsu Friendship Award” tahun 2025, sebuah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jiangsu kepada pakar asing yang berjasa.
Keberadaan Royal Garden di Shanghai menjadi simbol nyata dari jejak investasi dan pengaruh keluarga konglomerat Indonesia di panggung global, sekaligus mencerminkan perjalanan panjang Huang Zhiyuan sebagai pengusaha diaspora yang sukses membangun kerajaan bisnis lintas negara.
Sumber: JawaPos