DEMOCRAZY.ID – Isu reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat pada Senin (27/4/2026).
Salah satu nama yang diisukan masuk dalam jajaran menteri adalah Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.
Pelantikan dikabarkan akan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pukul 15.00 WIB.
Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan empat kali reshuffle kabinet.
Informasi mengenai rencana masuknya Jumhur diungkap oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.
Ia mengaku sudah mengetahui kabar tersebut sejak pekan lalu dan menyebut pelantikan merupakan kabar baik bagi gerakan buruh.
Andi Gani juga berpesan agar Jumhur tetap menjaga integritas serta idealisme perjuangan buruh jika benar masuk kabinet.
Ia menambahkan telah berdiskusi langsung dengan Jumhur terkait peluang masuk dalam kabinet pemerintahan.
Posisi yang disebut-sebut akan diisi Jumhur adalah Menteri Lingkungan Hidup atau Menteri Perhubungan.
Selain itu, ada juga kabar bahwa ia berpotensi menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan pejabat sebelumnya.
Hingga kini, Jumhur Hidayat belum memberikan tanggapan resmi terkait isu tersebut.
Sosok Jumhur Hidayat dikenal sebagai tokoh aktivis pergerakan mahasiswa ITB yang kini dikenal sebagai ketua umum serikat pekerja dan tokoh pergerakan rakyat di Indonesia.
Saat ini Jumhur menjabat sebagai Ketua Umum (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) periode 2022-2027 dan aktif dalam advokasi buruh serta kebijakan tenaga kerja.
Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan dikenal sebagai aktivis mahasiswa pada masa kuliah.
Saat itu, ia aktif memimpin berbagai aksi demonstrasi menentang rezim militer di Indonesia.
Ia juga ikut dalam aksi solidaritas internasional, termasuk protes atas Tragedi Tiananmen di Beijing pada 1989.
Selain pendidikan, ia juga mengikuti berbagai pelatihan internasional terkait demokrasi dan ketenagakerjaan.
Jumhur kemudian aktif di berbagai LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan usaha kecil dan buruh.
Saat ini, ia memimpin KSPSI dan terus aktif dalam perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Sumber: Tribun