DEMOCRAZY.ID – Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan Indonesia berada dalam kondisi yang relatif baik di tengah ketidakstabilan ekonomi global.
Dalam unggahan di akun X pribadinya, Kamis (9/4/2026), ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor penting yang membuat Indonesia tidak terguncang separah negara-negara lain.
“Secara keseluruhan, saat ini keadaan negara kita baik-baik saja. Di banyak sektor tidak ada collapse drastis yang kita alami,” tulis Jansen.
Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Filipina dan Australia yang menurutnya lebih terdampak oleh krisis global, padahal jumlah penduduknya jauh lebih sedikit.
“Untuk bahan pokok dan bahan bakar, dua yang paling penting bagi kehidupan sehari-hari, negara kita belum dan/atau tidak mengalami kelangkaan. Ini yang patut kita syukuri,” kata Jansen.
Dari sisi indikator ekonomi, Jansen menyebut inflasi masih terkendali di angka minus dua persen, defisit APBN masih terjaga, dan pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran lima persen.
Nilai tukar rupiah memang sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS, namun ia menilai hal itu masih dalam batas aman dan dialami pula oleh negara-negara lain.
Jansen secara khusus menyoroti ketahanan pangan dan energi sebagai pencapaian yang patut disyukuri.
Ia menegaskan, ketersediaan kebutuhan pokok dan bahan bakar yang terjaga membuat kehidupan sehari-hari masyarakat masih berjalan normal meski dunia tengah dilanda krisis.
Stabilitas politik dalam negeri juga disebut Jansen sebagai faktor kunci yang mendorong kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, untuk terus berinvestasi di Indonesia.
“Coba gonjang-ganjing dan pemerintahan tidak kuat atau mudah diganti, lari semua itu,” ujarnya.
Merespons wacana pergantian presiden di tengah jalan yang belakangan mencuat, Jansen dengan tegas menolak gagasan tersebut.
Ia menyebut langkah itu tidak rasional dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi, sosial, bahkan keamanan.
Menurutnya, siapa pun yang ingin mengganti presiden semestinya menunggu Pemilu 2029 sesuai jadwal ketatanegaraan.
“Bahkan pendaftarannya sendiri 2028 sudah buka,” tulisnya, seraya mempersilakan pihak oposisi menyiapkan kandidat untuk berkompetisi secara sehat.
Dalam catatannya, Jansen juga menyinggung insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.
Ia menegaskan, tanpa memandang koalisi atau oposisi, seluruh pihak wajib mengutuk tindakan tersebut dan mendorong agar kasusnya diusut tuntas hingga ke persidangan.
Jansen menyatakan yakin Presiden Prabowo berkomitmen untuk membuka kasus itu sejelas-jelasnya.
Pernyataan Jansen ini merupakan respons terhadap kritik yang disampaikan sejumlah tokoh, termasuk pengamat politik Saiful Mujani, atas kinerja pemerintahan Prabowo dalam menghadapi tekanan ekonomi global belakangan ini.
Sumber: JakartaSatu