DEMOCRAZY.ID – Aktivis Nahdlatul Ulama, Umar Syadat Hasibuan atau yang dikenal sebagai Gus Umar, melontarkan pernyataan tegas terkait isu tambahan anggaran pendidikan keagamaan yang tengah menjadi sorotan publik.
Melalui akun media sosialnya, Gus Umar menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum segera bertindak.
Ia secara eksplisit meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan dan menangkap pihak yang diduga terlibat.
“Semoga orang ini ditangkap @KPK_RI. Aaminkan ges,” tulisnya dalam unggahan yang beredar luas, Senin (6/4/2026).
Orang yang dimaksud Gus Umar adalah Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Pernyataan tersebut merespons beredarnya informasi mengenai kebijakan penghapusan kesenjangan (gap) antara pendidikan keagamaan dan sekolah umum, yang diiringi dengan permintaan tambahan anggaran mencapai Rp 24,8 triliun oleh Kementerian Agama.
Isu ini mencuat setelah pemberitaan dari Kompas.com menyoroti kebijakan tersebut, yang memicu beragam reaksi publik, termasuk kekhawatiran terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Semoga org ini ditangkap @KPK_RI
Aaminkan ges pic.twitter.com/ZMXAFliF8kBaca Juga— Umar Syadat Hasibuan AlChelsea (@UmarHasibuan__) April 6, 2026
Gus Umar dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan isu-isu kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan umat dan tata kelola pemerintahan.
Pernyataannya kali ini dinilai sebagai bentuk dorongan agar proses pengawasan terhadap kebijakan strategis tetap berjalan secara ketat.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Agama maupun KPK terkait pernyataan tersebut.
Namun, desakan publik agar dilakukan audit dan investigasi terhadap penggunaan anggaran pendidikan terus menguat di berbagai platform.
Sumber: JakartaSatu