DEMOCRAZY.ID – Pendakwah sekaligus aktivis media sosial Sugi Nur Raharja atau yang dikenal sebagai Gus Nur memprotes sikap Rismon Hasiholan Sianipar dengan cara membakar buku karya Rismon.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap yang dinilai tidak konsisten.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan kanal YouTube, Gus Nur terlihat memperlihatkan buku karya Rismon sebelum akhirnya membakarnya.
Ia menyindir keras perubahan sikap yang menurutnya tidak menunjukkan keteguhan prinsip.
Gus Nur menegaskan bahwa dirinya tidak merasa kecewa terhadap Rismon, tetapi lebih kepada sikap yang dianggap tidak istiqomah.
“Saya tidak kecewa. Buat apa kecewa. Gak ada urusannya dengan kecewa. Istiqomah itu memang berat. Ya, contohnya ini,” kata Gus Nur dalam video tersebut, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, sikap berubah-ubah dalam menyampaikan pendapat membuat tulisan atau buku yang dihasilkan menjadi tidak layak dijadikan rujukan.
Ia bahkan menyebut tidak ada manfaat membaca karya dari seseorang yang dianggap “plin-plan”.
Aksi pembakaran buku tersebut langsung memicu perbincangan di kalangan warganet.
Sebagian menilai tindakan Gus Nur sebagai bentuk kritik keras terhadap konsistensi sikap seorang tokoh publik, sementara yang lain menganggap aksi tersebut terlalu berlebihan.
Sosok Rismon sendiri belakangan menjadi sorotan publik setelah meminta maaf ke Jokowi dan mengakui ijazah mantan orang nomor satu di Indonesia itu asli.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan memanasnya perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial, yang melibatkan tokoh-tokoh dengan pandangan berbeda.
Sumber: JakartaSatu