Roy Suryo Soal Kasus Ijazah Jokowi: Beking Saya Masyarakat dan Allah SWT!

DEMOCRAZY.ID – Tersangka kasus tuduhan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, kembali membantah adanya pihak yang membekingi dirinya dalam kasus yang dihadapinya.

Pakar telematika itu menegaskan bekingnya adalah masyarakat dan Allah SWT.

Hal itu dikatakan Roy Suryo dalam program acara Bola Liar Kompas TV, Jumat (2/1/2026).

“Enggak lah, beking saya masyarakat, beking saya Allah SWT, itu aja. Saya sebenarnya hanya menjalankan apa yang saya tulis di buku ini,” ungkapnya sambil menunjukkan buku Jokowi’s White Paper.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013-2014 itu menegaskan apa yang ia lakukan merupakan haknya sebagai warga negara.

“Jadi itu hanya hak konstitusional dan hak asasi manusia,” tambahnya.

Jokowi Yakin Ada Orang Besar di Balik Isu Ijazah Palsu

Sebelumnya, Jokowi mengaku mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama empat tahun ini.

Jokowi memastikan isu ijazah palsu terus dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.

Jokowi menegaskan sosok orang besar tersebut mudah untuk diketahui masyarakat.

Namun, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.

“Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah),” kata Jokowi dalam wawancaranya dengan Kompas TV, dikutip Selasa (9/12/2025).

“Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan,” imbuhnya.

Jokowi heran keaslian ijazahnya dipermasalahkan.

Padahal, kata dia, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.

“Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik,” ungkapnya.

“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” jelasnya.

Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan.

Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.

“Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa,” kata dia.

Jokowi membawa persoalan ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang.

“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” pesannya.

Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan,” kata Jokowi.

Roy Suryo: Sebut Saja

Roy Suryo kemudian meminta Jokowi menyebutkan nama sosok orang besar yang memainkan isu ijazah palsu.

Roy Suryo meminta Jokowi jika memang mengetahui siapa orang besar di balik isu ijazah palsu, maka diungkap saja agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Tolong kalau memang tahu, jangan kemudian membuat masyarakat terbelah,” kata Roy Suryo, dikutip dari kanal YouTube Garuda TV, Jumat (12/12/2025).

“Karena apa? Karena kan dikatakan sudah tahu, sudah bisa ditebak, sebutin aja. Ini kata-kata ini so simple seperti ijazah tunjukin aja gitu loh,” imbuhnya.

Menurut Roy Suryo, apabila Jokowi mengungkap dan menyebutkan nama orang besar yang memainkan isu ijazah palsunya, maka tidak akan ada tindakan saling tuduh.

“Kalau tokoh besar sebutin aja siapa. Jadi kan kita tenang tidak usah menuduh-nuduh siapa karena kalau dikatakan politik repot,” ucap Roy Suryo.

Demokrat dan SBY Terseret

Sebelumnya, Partai Demokrat sempat terseret kasus dugaan ijazah Jokowi pada akhir Juli 2025 lalu.

Saat itu beredar narasi tuduhan ijazah Jokowi palsu dilontarkan oleh ‘partai biru’.

Namun, narasi itu langsung dibantah oleh Ketua Umum Partai Demokrat, AHY.

Dia menegaskan tuduhan partai berlambang mercy ikut terlibat merupakan sebuah fitnah.

“Fitnah, fitnah (terkait tuduhan Partai Demokrat terlibat),” katanya saat sela-sela kunjungannya sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah ke Desa Golong, Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 27 Juli 2025 lalu.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merasa terganggu buntut dikaitkan dengan kasus dugaan ijazah palsu milik Jokowi.

SBY mempertimbangkan menempuh jalur hukum bagi pihak yang memfitnahnya.

Hal ini disampaikan politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini,” kata Andi dikutip dari video yang diunggah di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025).

Andi menuturkan bahkan SBY turut dituduh telah berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.

Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengatakan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja.

“Atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati dalam mengungkap (isu) ijazah palsu Pak Jokowi ini. Jadi sama sekali itu tidak benar.

“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujar Andi.

Andi menuturkan jika fitnah tidak dihentikan, maka SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.

Sehingga, dia berharap fitnah mengaitkan SBY dengan kasus dugaan ijazah Jokowi agar dihentikan.

“Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang membuat fitnah tersebut dan terbuka kemungkinan untuk menempuh proses hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa SBY kini sudah tidak berfokus lagi di dunia politik tetapi menekuni seni lukis dan mengurus klub voli, Lavani.

“Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” katanya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya