Ya Allah, Merinding! Kelompok Kriminal Bersenjata Nekat Culik 45 Anak Sekolah, Suasana Berubah Jadi Horor

DEMOCRAZY.ID – Aksi teror mengerikan kembali mengguncang dunia pendidikan di Nigeria.

Sekelompok pria bersenjata yang mengenakan penutup wajah melakukan serangan brutal dan menculik sedikitnya 45 anak sekolah di wilayah barat daya negara tersebut.

Mengutip laporan surat kabar lokal Punch, Senin (18/5/2026), insiden mencekam ini terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di Negara Bagian Oyo.

Para pelaku melancarkan serangan terkoordinasi yang menyasar tiga sekolah sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan.

Aksi Brutal Penyerang Bertopeng

Kepanikan luar biasa melanda lingkungan sekolah saat kelompok bersenjata tersebut merangsek masuk ke area kelas.

Salah seorang guru yang menjadi saksi mata menuturkan bahwa para penyerang didominasi oleh kelompok pemuda.

Untuk melancarkan aksinya dan menghindari identifikasi, para pelaku menyamar dengan mengenakan topeng dan penutup wajah yang rapat.

Mereka bergerak taktis mengamankan puluhan murid yang tak berdaya sebelum akhirnya membawa mereka kabur ke dalam hutan.

Meski demikian, aparat keamanan setempat langsung bergerak cepat melakukan pengejaran setelah menerima laporan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Nigeria mengonfirmasi telah berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi penculikan massal tersebut.

Proses pemeriksaan intensif masih terus berjalan guna menggali informasi keberadaan puluhan anak yang hilang.

Geng Kriminal Berkemah di Hutan

Kasus penculikan massal ini kembali membuka luka lama sekaligus menjadi tamparan keras bagi otoritas keamanan setempat.

Perjuangan melawan kelompok kriminal bersenjata hingga kini masih menjadi tantangan terbesar dan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan bagi pemerintah Nigeria.

Berdasarkan data keamanan, kelompok-kelompok bandit semacam ini telah mendirikan kamp-kamp rahasia di dalam hutan belantara yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.

Beberapa kawasan yang menjadi basis pertahanan mereka di antaranya meliputi Negara Bagian Zamfara, Katsina, Kaduna, Sokoto, Kebbi, dan Niger.

Dari dalam pos hutan itulah, para militan dengan leluasa merencanakan dan melancarkan berbagai serangan mematikan terhadap komunitas warga sipil terdekat yang minim penjagaan aparat.

Teror Harta dan Nyawa Warga Sipil

Modus operandi kelompok radikal ini terbilang sangat kejam.

Selain mengincar anak-anak sekolah untuk dijadikan alat posisi tawar atau tebusan finansial, para militan ini tidak segan-segan merampas harta benda, menjarah hewan ternak milik warga, hingga melakukan pembunuhan berdarah dingin terhadap penduduk setempat.

Penculikan massal di Negara Bagian Oyo ini menambah panjang daftar kelam krisis keamanan domestik di Nigeria.

Sektor pendidikan kerap kali menjadi martir dan sasaran empuk dari ketidakstabilan wilayah tersebut, meninggalkan trauma mendalam bagi para orang tua yang kini hanya bisa berharap cemas menanti kepulangan anak-anak mereka.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya