Tak Ada Komunikasi, Roy Suryo Akui Dirinya dan Dokter Tifa Diblokir Rismon: Apa Nggak Jahat Itu?

DEMOCRAZY.ID – Roy Suryo mengatakan bahwa dirinya dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa kini sudah tidak bisa berkomunikasi dengan Rismon Sianipar lagi, sejak Ahli Digital Forensik itu memilih jalan berbeda dengan meminta maaf kepada eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dan mengajukan Restorative Justice (RJ).

Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa sebelumnya sama-sama merupakan tersangka klaster kedua kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

Namun, sekarang Rismon sudah bebas dari status tersangka setelah meminta RJ dan mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 dari Polda Metro Jaya atas kasus ini.

Roy pun mengatakan, sudah tidak ada kontak sama sekali dengan Rismon karena dirinya dan Dokter Tifa sudah diblokir.

“Apakah sampai dengan sekarang ada kontak? Saya jawab, gimana bisa ada kontak yang bersangkut itu memblokir kita semua. Bayangkan apa gak jahat itu? Teman-teman semua diblokir,” katanya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (20/4/2026).

Selain itu, kata Roy, Rismon kerap memberikan pernyataan yang menurutnya jahat lewat YouTube pribadi Balige Academy.

“Dan apa tidak jahat lagi, dia bikin dua atau tiga celotehan, saya bilang celotehan. Celotehan di YouTube dia Balige Academy itu, tapi apa? Komennya ditutup, orang pengecut itu komen ditutup.”

“Jadi masyarakat itu komen di tempat saya, di tempatnya Dokter Tifa, di tempatnya Mas Refly, di tempatnya Pak Taufik,” ungkapnya.

Atas hal ini, Roy pun mengatakan bahwa orang-orang sekarang bisa menilai bagaimana sifat Rismon sebenarnya.

“Jadi itu orang bisa menilai bagaimana integritas dari seorang Rismon yang kemudian merubah, merotasi otaknya 180 derajat dan kemudian menjadi sehina-hinanya, senista-nistanya,” ucapnya.

Meski demikian, Roy sampai sekarang masih mendoakan kebaikan untuk Rismon agar tidak salah jalan.

“Tapi kami itu berdoa loh. Kami doakan dia segera dapat hidayah dan kembali ke jalan yang benar gitu ya, tidak kemudian tersesat ke lubang kegelapan gitu,” ungkapnya.

Kuasa Hukum: Rismon Ganti Nomor Agar Bisa Fokus RJ

Sementara itu, Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa Rismon sebenarnya tidak ganti nomor, tetapi menambah nomor lain saja.

Hanya saja, kata Jahmada, tidak semua orang masuk ke dalam kontak Rismon yang baru.

Selain itu, Jahmada mengatakan, alasan Rismon menambah nomor lain karena sehari bisa menerima ribuan telepon.

Padahal, saat itu Rismon sedang fokus terhadap RJ yang diajukannya kepada Jokowi.

“Rismon ini ditelepon mungkin sehari bisa sampai ribuan lebihlah, dia pusing ya. Jadi salah satu strategi kita ya ganti nomor atau gimanalah, jadi dia mengalibi dulu agar karena dia konsentrasi dari Restorative Justice ini,” jelas Jahmada, Jumat (17/4/2026).

Sementara itu, dalam RJ tersebut, Jahmada mengatakan bahwa Rismon memiliki dua tugas yang harus dia urus.

Oleh karena itu, Rismon memilih untuk menambah nomor lain agar bisa konsentrasi menyelesaikan tugasnya itu.

“Ada dua tugasnya, kita sudah tahu kan salah satu akan memberitahukan sebenarnya penelitiannya atas buku JWP Jokowi’s White Paper dan buku Gibran and Game, jadi dia konsentrasi.”

“Makanya kadang-kadang dia pulang ke kampung, kembali ke sana, konsentrasi tidak mau dikontak kecuali saya,” papar Jahmada.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya