DEMOCRAZY.ID – Kondisi wilayah Teluk makin kacau setelah militer Amerika Serikat mengambil tindakan langsung terhadap sebuah kapal berbendera Iran yang berusaha menembus blokade laut di kawasan Teluk Oman.
Presiden Donald Trump pada Minggu (19/4/2026) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembaki dan kemudian menyita kapal kargo Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut kapal bernama Touska tidak mengindahkan instruksi militer AS.
Ia mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance “menghentikan mereka tepat di tempat dengan melubangi ruang mesin.”
“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut,” tulis Trump, menambahkan “dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!”
👇👇
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang sudah sangat tegang di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia, yang praktis tertutup sejak dimulainya perang antara AS-Israel melawan Iran sekitar tujuh minggu lalu.
Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Namun, hanya sehari kemudian, Teheran kembali menutupnya setelah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.
Komando Pusat Militer AS, United States Central Command, menjelaskan bahwa kapal Touska saat itu sedang berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.
Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM mengatakan kapal perusak AS menembakkan beberapa peluru dari meriam kaliber lima inci untuk melumpuhkan sistem propulsi kapal tersebut.
Tindakan itu dilakukan setelah militer AS sebelumnya memerintahkan awak kapal untuk “mengosongkan ruang mesin”, menurut keterangan resmi yang juga disertai video singkat yang memperlihatkan tembakan diarahkan ke kapal di kejauhan.
CENTCOM juga mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah memerintahkan 25 kapal komersial untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.
Trump menambahkan bahwa kapal Touska berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS “karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya.”
Kapal tersebut memang tercantum dalam daftar sanksi Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) sebagai kapal kontainer berbendera Iran.
Data pelacakan terakhir dari situs Marine Traffic menunjukkan bahwa sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer dari pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar.
Sementara itu, situs pemantau kapal lainnya, Tanker Tracker, melaporkan bahwa Touska sebelumnya berlayar dari Malaysia.
Komando militer gabungan tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, menuduh AS melanggar gencatan senjata dan ia bersumpah Iran akan membalas.
Media pemerintah mengutip juru bicara Khatam al-Anbiya yang mengatakan pada Senin (20/4/2026) pagi bahwa kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari China ke Iran.
“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata ini oleh militer AS.”
Sumber: CNBC