Kuasai Laut, Kehilangan Uang: Indonesia Jadi Penonton Premium, Prabowo Sibuk Berpidato!

DEMOCRAZY.ID – Viral di media sosial sejak April 2026, berasal dari pernyataan Prabowo pada 8 April 2026 saat rapat kabinet, yang menyebutnya โ€œ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ช 70% ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ <5% ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.โ€

Presiden berbagga diri menyampaikan kalimatnya terdengar ada pernyataan seperti gagah tetapi runtuh begitu disentuh angka.

Presiden suka menipu dirinya sendiri bahwa itu bukan keunggulan. Itu definisi โ€œ๐—ธ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐˜๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—นโ€

Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti posisi geografis Indonesia sebagai leverage global, membandingkannya dengan Selat Malaka dengan Selar Hormuz yang strategis untuk alur energi dunia.

Lagi-lagi Presiden larut dalam khayalanya dalam posisi ketidak berdayaanya. Masalahnya sederhana: ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ชโ€”๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ง๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ช.

Atau dunia lebih menghargai fungsi nyataโ€”seperti kontrol lalu lintas kapal, infrastruktur, atau pengaruh militerโ€”daripada sekadar lokasi

Ketidak mampuan Presiden mengindari kenyataan bahwa Indonesia di Selat Malaka tidak memiliki fungsi apa apa, hanya sebagai pemilik halaman. Singapuralah yang menjadi kasirnya.

Indonesia menyediakan ๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, Singapura menjual ๐˜ซ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. Indonesia menjaga ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, Singapura ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

Fakta bicara, hasilnya brutal, Indonesia menyerah : Indonesia <5% capture โ†’ USD 7โ€“17 miliar/tahun.

Singapura: 70โ€“80% capture โ†’ USD 100โ€“250 miliar/tahun. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช, kebodohan dan kedunguan.

Masalahnya bukan kita tidak tahu, masalahnya kita terus salah & bangga dengan variabel yang tidak dibayar pasar.

Geografi tidak otomatis jadi geopolitik. Kedaulatan tidak otomatis jadi kesejahteraan.

Dan pidato yang hanya omon โ€“ omon tidak pernah menggantikan arsitektur kebijakan.

Selama kita masih mengira bahwa punya wilayah, punya daya tawar, maka yang terjadi justru sebaliknya bangsa ini hanya menjadi penonton premium di rumah sendiri.

Persis seperti kejadian pada tanggal 8 April 2026 saat rapat kabinet, bahkan terus menerus terjadi pada kesempatan yang lain.

Presiden Prabowo larut dalam mimpi indah dalam ketidak berdayaanya, dengan pelarian konyol setiap pidatonya yang berapi-api isinya kosong hanya omon โ€“ omong.

Sumber: JakartaSau

Artikel terkait lainnya