DEMOCRAZY.ID – Syahganda Nainggolan memaparkan enam faktor yang menurutnya menjadi ancaman bagi posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan, mulai dari benturan dengan lembaga keuangan global, oligarki, pemerintah daerah, konflik internal, kelompok neoliberal, hingga persaingan menjelang 2029.
Soal benturan dengan IMF dan World Bank, Syahganda menyebut gaya bicara Purbaya yang blak-blakan turut memicu ketegangan.
“Dia suka bilang itu, ‘Ah, IMF mah lebih pintar gua daripada bosnya World Bank daripada IMF,’” tirunya, saat diwawancarai di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (18/9/2026).
Terkait oligarki, Syahganda menyebut Purbaya membongkar praktik lama di sektor perpajakan dan kepabeanan.
“Oligarki itu banyak ini dan ya faktanya itu banyak yang oligarki akhirnya stres, termasuk soal restitusi pajak yang selama ini menurut Purbaya tidak adil,” jelasnya.
Adapun soal konflik internal dengan dua Dirjen, Syahganda menilai sikap keduanya menolak perombakan pejabat tidak lazim.
“Kalau misalkan Dirjen ngeluh, level eselon 2 ke bawah diganti oleh menterinya, itu enggak normal,” tegasnya.
Menyoal loyalitas Purbaya kepada Prabowo, Syahganda menyebutnya nyaris tanpa filter.
“Kalau presiden bilang, itu langsung cepat dieksekusi. Jadi kadang-kadang enggak mikir lagi gitu,” katanya.
[VIDEO]