DEMOCRAZY.ID – Sebuah video viral yang menampilkan seruan ulama kelompok Houthi untuk menyerang dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menuai sorotan luas di media sosial.
Dalam video tersebut, ulama Houthi Alawi bin Sahl bin Aqil itu berbicara mengenai serangan ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Video itu disebut disiarkan oleh Al Masirah, saluran media yang berafiliasi dengan Houthi.
Alawi Bin Sahl Bin Aqil ditampilkan dalam sebuah acara yang dihadiri massa ketika menyampaikan pernyataannya.
“Ya, hari ini kami akan menargetkan dua Masjidil Haram. Kami akan menargetkannya agar keduanya menjadi mercusuar bagi umat Islam yang bebas,” demikian bagian pernyataannya sebagaimana dikutip Al Jazeera dari video tersebut.
Ia kemudian mengaitkan istilah “menargetkan” dengan upaya membuat hati orang-orang beriman tertuju kepada kedua tempat suci tersebut.
Dalam pernyataannya, ia juga menggunakan istilah yang merujuk pada penghormatan dan pengagungan terhadap dua Masjidil Haram.
👇👇
🇾🇪⚔️🇸🇦The Mufti of Taiz, Alawi bin Sahl bin Aqeel, appointed by the Houthis, said: “We will target the two holy mosques of Mecca and Medina.”His statement could not be any clearer… Yet some people still deny that Mecca is being targeted.
Baca Jugapic.twitter.com/ziVraVxdpw
— Terror Alerts (@Terroralerts007) September 18, 2026
Namun, penggunaan istilah “menargetkan” dalam pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras di media sosial.
Sejumlah pengguna media sosial menilai ucapan itu sebagai pembenaran terhadap serangan terhadap tempat suci umat Islam.
Kemunculan video tersebut tak lama setelah otoritas Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat sebuah drone sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar Makkah.
Juru bicara koalisi pendukung pemerintah Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyebut drone tersebut berhasil dicegat di wilayah selatan Makkah.
Al-Maliki menggambarkan upaya tersebut sebagai tindakan “agresif dan teroris”, menurut laporan Al Jazeera.
Al-Maliki juga menyebut insiden itu sebagai upaya kedua yang dikaitkan dengan serangan menuju Makkah.
Ia merujuk pada peluncuran rudal balistik pada 27 Juli 2017 yang sebelumnya dibantah oleh Houthi.
Kementerian Wakaf Yaman yang berafiliasi dengan pemerintah yang diakui internasional turut mengomentari video tersebut.
Kementerian itu menyatakan bahwa ketika sebuah retorika berubah menjadi pembenaran untuk menargetkan Makkah, persoalannya bukan lagi sekadar perbedaan pendapat atau kesalahan ucapan.