DEMOCRAZY.ID – Elon Musk menghadapi kecaman setelah mempromosikan film Citizen Vigilante kepada lebih dari 240 juta pengikutnya di X, yang oleh para kritikus digambarkan sebagai propaganda anti-migran dan anti-Muslim.
Film Citizen Vigilante, sebuah film thriller aksi kontroversial tahun 2026 yang disutradarai oleh sutradara asal Jerman, Uwe Boll, dan dibintangi oleh Armie Hammer.
Film ini menuai kecaman keras secara internasional dan disebut sebagai media propaganda anti-Islam (Islamofobia) dan anti-imigran yang sangat ekstrem.
Secara keseluruhan, komunitas hak asasi manusia dan organisasi Muslim internasional menilai film ini sangat berbahaya karena memuliakan pembunuhan terhadap umat Muslim dan memicu meningkatnya sentimen kebencian (hate speech) di dunia nyata.
Sepanjang film, para migran, khususnya Muslim, berulang kali digambarkan sebagai predator yang kejam, sementara protagonis berpendapat bahwa Eropa sedang runtuh akibat imigrasi dan memperingatkan bahwa jika para politisi gagal bertindak, “kita, rakyat, akan mengakhirinya sendiri.”
Seiring berjalannya cerita, sang pelaku main hakim sendiri membunuh para tersangka kriminal, hakim, dan petugas polisi yang dianggapnya sebagai kolaborator, sebelum film tersebut mencapai puncaknya dengan eksekusi seluruh keluarga Muslim setelah putra mereka dituduh melakukan pemerkosaan.
Meski mendapat penolakan dan boikot, Elon Musk justru menayangkan film lengkapnya di X secara gratis yang secara dramatis meningkatkan jangkauannya, bahkan Elon Musk berharap film ini berlanjut ke seri berikutnya dengan memposting: “Citizen Vigilante 2 akan lebih baik lagi.”

Promosi Musk telah meningkatkan kekhawatiran atas penguatan retorika anti-migran di media sosial, dengan para kritikus memperingatkan bahwa memberikan salah satu platform terbesar di dunia untuk konten yang mengagungkan kekerasan main hakim sendiri berisiko menormalisasi narasi ekstremis yang berbahaya.
Salah satu ironi film ini adalah aktor utamanya Armie Hammer pernah dituduh melakukan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan kekerasan emosional oleh beberapa wanita pada 2021.
Tuduhan tersebut memicu kejatuhan besar dalam kariernya di Hollywood. Namun, Hammer tidak pernah didakwa karena Kejaksaan Distrik Los Angeles memutuskan tidak ada cukup bukti.
