

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali melontarkan kritik pedas terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam pernyataannya, Amien menyinggung berbagai kebijakan selama dua periode pemerintahan Jokowi sekaligus mengaitkannya dengan polemik dugaan ijazah yang kini bergulir di pengadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Amien dalam sebuah kesempatan yang dikutip pada Kamis (2/7/2026).
Ia juga beberapa kali menggunakan istilah “Mukidi” untuk merujuk kepada Jokowi.
Dalam kritiknya, mantan Ketua MPR RI itu menyebut Jokowi sebagai bagian dari pemimpin yang disebutnya “zalim” selama menjabat Presiden RI pada periode 2014–2024.
“Jokowi Presiden 2 Periode 20 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2024 termasuk rombongan pemimpin zalim di muka bumi,” ujar Amien.
Ia kemudian menyoroti sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi yang menurutnya berdampak pada kondisi politik dan ekonomi nasional.
Amien juga melontarkan kritik tajam terkait pengelolaan sumber daya alam dan relasi ekonomi-politik selama masa pemerintahan Jokowi.
Ia menilai terjadi penguatan peran pihak asing dan kelompok tertentu dalam penguasaan sektor strategis.
“Nah Jokowi alias Mukidi sukses menghancurkan Polri, mempermudah penguasaan asing atas sumber daya alam, kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara subordinat di bawah RRT,” katanya.
Ia juga menuding adanya dominasi kelompok tertentu dalam struktur ekonomi nasional.
“Dan menjadikan Indonesia sebagai budak bagi para taipan, cukong, mafia, dan oligarki,” tambahnya.
Selain kebijakan, tokoh reformasi itu turut menyinggung gaya kepemimpinan Jokowi yang dinilai kerap tampil sederhana di hadapan publik.
Menurutnya, citra tersebut berbeda dengan realitas yang ia gambarkan dalam kritiknya.
“Nah di atas permukaan, Mukidi bersandiwara mengecoh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jokowi kerap melakukan blusukan dan tampil dekat dengan masyarakat kecil, namun menurutnya ada aspek lain yang tidak terlihat publik.
Amien juga menyinggung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai lembaga antirasuah tersebut mengalami pelemahan selama masa pemerintahan Jokowi.
“Jadi Mukidi berhasil menaklukkan KPK dan sekaligus melemahkan KPK,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi tersebut, upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak tertentu menjadi sulit dilakukan.
Dalam pernyataannya, Amien juga mengaitkan Jokowi dengan isu dugaan ijazah palsu yang saat ini sedang diproses di pengadilan.
“Bila kita pikir sedikit dalam, Mukidi yang menjadi presiden dua periode jatuh tergelincir gara-gara selembar kertas bernama ijazah palsu,” katanya.
Ia bahkan menyinggung jalannya persidangan yang disebut akan berlangsung pada Juli 2026 sebagai tontonan publik.
Amien turut meminta Jokowi hadir langsung dalam persidangan, tidak melalui sambungan virtual.
Ia juga meminta Jokowi membawa dokumen pendidikan lengkap.
“Nah jadi Mas Mukidi, sekali ini jangan mingger, jangan melincur, jangan sembunyi, jangan alasan sakit,” ucapnya.
“Jangan lupa bawa ijazah SD, SMP, SMA, dan S1 yang asli,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Amien kembali menyinggung polemik ijazah tersebut dengan gaya satir.
“Dulu masih tersimpan rapi di lemari, tapi sekarang sudah hilang karena dicuri tuyul,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menambah panjang daftar kritik Amien Rais terhadap mantan presiden tersebut, di tengah masih berlangsungnya polemik hukum yang menyeret isu ijazah di pengadilan.
Sumber: Fajar