7 FAKTA Sosok Nabi Musa AS, Salah Satunya Diberi Gelar Kalimullah

DEMOCRAZY.ID – NABI Musa AS adalah salah satu nabi ulul azmi yang memiliki kisah luar biasa dalam sejarah umat manusia.

Namanya disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an karena perjuangan hidupnya sarat dengan pelajaran keimanan, kesabaran, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

1. Lahir di Masa Penindasan

Nabi Musa lahir di Mesir pada masa kekuasaan Fir’aun yang kejam.

Saat itu, Fir’aun mengeluarkan perintah untuk membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil karena takut tahtanya digulingkan oleh anak laki-laki dari kaum tersebut.

Atas petunjuk Allah, ibunda Musa menghanyutkannya ke Sungai Nil dalam sebuah peti kecil, hingga akhirnya bayi Musa ditemukan oleh istri Fir’aun, Asiyah, yang kemudian merawatnya dengan penuh kasih.

2. Dibimbing Langsung oleh Allah

Sejak kecil hingga dewasa, Allah membimbing Musa AS dengan takdir-takdir istimewa.

Ketika dewasa, ia secara tidak sengaja membunuh seorang Mesir yang sedang memukul Bani Israil. Karena takut, Musa melarikan diri ke negeri Madyan.

Di sana, ia menolong dua perempuan yang kesulitan memberi minum ternaknya, lalu dipekerjakan dan dinikahkan dengan salah satu putri Nabi Syuaib AS.

3. Diangkat Menjadi Nabi

Saat perjalanan pulang dari Madyan ke Mesir bersama keluarganya, Nabi Musa melihat api di bukit Tursina.

Ketika mendekat, ia mendengar suara Allah SWT yang memerintahkannya menjadi nabi dan rasul untuk membebaskan Bani Israil dari penindasan Fir’aun.

Allah juga memberinya mukjizat berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar dan tangannya yang bercahaya putih bersinar.

4. Menghadapi Fir’aun dengan Keberanian

Dengan keberanian dan keyakinan kepada Allah, Musa menghadapi Fir’aun dan menantangnya bersama para penyihir istana.

Atas izin Allah, tongkat Musa berubah menjadi ular raksasa yang menelan semua sihir para penyihir. Para penyihir pun langsung sujud beriman kepada Allah setelah melihat kebenaran mukjizat Musa.

5. Membelah Laut Merah

Saat Fir’aun mengejar Musa dan Bani Israil yang hendak hijrah keluar Mesir, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut.

Dengan izin-Nya, Laut Merah terbelah menjadi dua jalan besar, sehingga Musa dan pengikutnya dapat menyeberang dengan selamat.

Ketika Fir’aun dan tentaranya mengejar, laut kembali menutup dan menenggelamkan mereka.

6. Mendapatkan Taurat

Setelah penyelamatan itu, Nabi Musa naik ke Bukit Tursina selama 40 hari untuk menerima wahyu dari Allah, yaitu kitab Taurat sebagai pedoman hidup Bani Israil.

Namun, saat Musa kembali, kaumnya justru membuat patung anak sapi emas untuk disembah. Nabi Musa menegur keras mereka dan menyeru mereka kembali beriman kepada Allah.

7. Teladan Kesabaran dan Keteguhan

Nabi Musa AS dikenal sebagai nabi yang memiliki ketegasan, keberanian, dan kesabaran luar biasa dalam menghadapi kaumnya yang keras kepala.

Dalam banyak riwayat, beliau disebut sebagai nabi yang sangat menjaga hubungan dengan Allah, sering berdzikir, dan menjadi simbol perjuangan melawan tirani.

Nabi Musa AS bukan hanya menjadi nabi bagi Bani Israil, tetapi juga menjadi teladan bagi seluruh umat Islam.

Kisah perjuangannya mengajarkan kita untuk selalu sabar dalam menghadapi ujian hidup, berani menegakkan kebenaran, dan senantiasa percaya bahwa pertolongan Allah akan datang kepada orang-orang yang beriman dan berserah diri kepada-Nya.

Artikel terkait lainnya