Ijazah Jokowi dan Ruang Publik Tak Berjodoh, Dituduh Palsu Malah Tak Berani Dibuka!

Ijazah Jokowi dan Ruang Publik Tak Berjodoh, Dituduh Palsu Malah Tak Berani Dibuka!

Oleh: Erizal

Kalau diurut-urut, ijazah Jokowi jadi bermasalah justru karena ditampilkan di ruang publik. Dian Sandi Utama, kader PSI, sebetulnya paling layak untuk dijadikan tersangka.

Sebab, dialah orang yang pertama sekali memposting ijazah Jokowi di media sosial, yang memantik Roy Suryo Cs mengulik ijazah Jokowi itu lebih jauh, dan menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi yang diposting itu adalah palsu.

Jangankan Roy Suryo Cs, orang awam saja akan berpendapat ada keanehan melihat tampilan ijazah Jokowi itu, meski tak bisa menjelaskan.

Kelebihan Roy Suryo Cs adalah bisa menjelaskan dengan keahliannya. Terlepas kalau akhirnya, benar dan salah

Kalau ada orang yang meragukan keahlian Roy Suryo Cs, orang itu layak dikatakan buzzer yang kebetulan saja kepentingannya berseberangan dengan apa yang disampaikan Roy Suryo Cs.

Faktanya, keahlian Roy Suryo Cs sudah pernah dipakai pihak Polri, bahkan hadir sebagai ahli dan diterima hakim, di berbagai persidangan. Mestinya, itu tak jadi perdebatan lagi.

Persoalannya adalah Dian Sandi, kader PSI itu, yang sudah memposting ijazah Jokowi, meski dengan maksud membela, tapi justru membuka kotak pandora soal ijazah Jokowi itu sendiri.

Anehnya, Dian Sandi justru tidak dijadikan sebagai tersangka atas perbuatannya itu.

Agaknya ijazah Jokowi memang tak bisa dibuka atau ditampilkan di ruang publik. Buktinya, Jokowi sendiri tak mau membuka atau menampilkannya ke hadapan publik.

Bahkan, setelah menetapkan Roy Suryo Cs sebagai tersangka pun, ijazah Jokowi itu tak bisa dibuka atau ditampilkan di ruang publik.

Ijazah Jokowi hanya bisa dibuka atau ditampilkan di ruang tertutup atau seperti kata Jokowi sendiri, dibuka di Pengadilan.

Di Pengadilan, bukan asal Pengadilan pula. Di Pengadilan, di mana Roy Suryo Cs duduk sebagai terdakwa. Di ruang tertutup, UGM, Bareskrim, dan KPU, tanpa ragu mengatakan ijazah Jokowi itu asli.

Namanya saja mantan Presiden dua periode, mantan Gubernur DKI Jakarta satu periode, dan mantan Wali Kota Solo dua periode.

Mustahil UGM, Bareskrim, dan KPU, tiba-tiba saja mengatakan ijazah Jokowi palsu.

Justru karena ijazah Jokowi itu asli bisa melewati rangkaian menuju posisi mentereng itu. Ijazah itu sudah melewati meja birokrasi yang panjang; dari bawah sampai ke atas.

Meja birokrasi yang memang tertutup dan diakui ada kalanya sarat permainan.

Ijazah Jokowi itu seperti tak berjodoh dengan ruang publik. Sekali saja dibuka, langsung disambar oleh Roy Suryo Cs bahwa itu palsu. Aslinya hanya tersisa 0,01% saja, katanya.

Saking tak berjodohnya dengan ruang publik, ijazah Jokowi itu bahkan tak ditampilkan dalam gelar perkara dan saat penetapan Roy Suryo Cs sebagai tersangka.

Tercatat, Jokowi hanya menunjukkan ijazahnya kepada sejumlah wartawan di rumahnya. Tapi, tak boleh difoto.

Baru-baru ini kepada sejumlah pengurus Projo di rumahnya juga. Dan tentu saja kepada penyidik dan para pengacaranya.

Betapa mahalnya harga selembar ijazah Jokowi yang sudah melewati meja birokrasi yang panjang itu?

Padahal sudah pula sukses mengirim dua orang ke dalam penjara, yakni Bambang Tri dan Gus Nur.

Tapi ijazah Jokowi itu sendiri tak pernah kunjung diperlihatkan secara terbuka.

Ruang Pengadilan itu sendiri sebetulnya juga ruang tertutup, bukan terbuka. Hakim bisa saja menutup persidangan.

Dan kalau terbuka pun, publik tak bisa mengakses secara mudah dan leluasa.

Begitu khawatirnya Jokowi memperlihatkan ijazahnya di hadapan publik, sampai harus menempuh jalur dan terkesan dipaksakan pula. Kalau asli, kenapa harus takut untuk ditunjukkan, sih?

Pertanyaan itu menjadi pertanyaan populer yang ditayangkan orang tidak saja di level atas, tapi juga di level bawah.

Bahkan, pertanyaan itu pernah jadi momok yang menakutkan. “Bisa bikin bikin gaduh, bikin chaos masyarakat, “kata kuasa hukum Jokowi sekitar 7 bulan yang lalu.

Meski sudah berstatus tersangka, grafik keyakinan Roy Suryo Cs terlihat makin meningkat, sementara grafik keyakinan Jokowi dan pendukungnya terlihat makin menurun.

Bahkan, grafik keyakinan polisi yang diwakili penasihat ahli Kapolri seperti Ito Sumardi, juga terlihat menurun.

Kalau dulu, seolah-olah besok hari, Roy Suryo Cs sudah jadi tersangka dan meringkuk di dalam penjara.

Sampai-sampai 31 organisasi relawan Jokowi menekan Mabes Polri untuk menangkap Roy Suryo Cs.

Ini sesuai dengan hasil survei Poltracking bahwa terjadi penurunan tingkat kepercayaan orang terhadap keaslian ijazah Jokowi, dibandingkan survei sebelumnya.

Salah satunya barangkali, karena ijazah itu sendiri tak berani ditunjukkan ke hadapan publik.

Harus diakui, janji Jokowi akan membuka ijazah aslinya di Pengadilan, berhasil mempertahankan tingkat kepercayaan orang terhadap keaslian ijazah itu sendiri dan sekaligus menyudutkan pihak Roy Suryo Cs, bahwa mereka harus dinyatakan bersalah terlebih dulu, baru dapat melihat ijazah asli Jokowi itu.

Polisi pun seperti dipaksa untuk menetapkan bahwa ijazah Jokowi itu asli dan dipaksa pula untuk menetapkan Roy Suryo Cs sebagai tersangka.

Roy Suryo Cs sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diperiksa, ditahan atau tidak, itu memang kewenangan polisi.

Tapi, kewenangan untuk menetapkan bahwa ijazah Jokowi itu asli seperti kata Mahfud MD, bukanlah kewenangan polisi, melainkan hakim. Maka yang dapat rumitnya di Polisi, bukan di Jokowi.

Berhasil mempertahankan tingkat kepercayaan publik lewat janji akan dibuka di depan Pengadilan, bukan berarti berhasil memastikan bahwa ijazah itu benar-benar asli tanpa dibuka di hadapan publik.

Ijazah Jokowi itu mau tak mau, baik saat ini maupun nanti, pasti ingin dilihat oleh publik. Sayangnya, ijazah Jokowi itu seperti tak berjodoh kalau diperlihatkan kepada publik.

Bukankah karena postingan Dian Sandi Utama, kader PSI itu, yang membuat Roy Suryo Cs meyakini bahwa itu palsu?

Coba saja tak pernah diposting, maka sampai saat ini, orang akan percaya pengakuan UGM dan Bareskrim bahwa ijazah Jokowi itu memang asli, bukan palsu seperti klaim Roy Suryo Cs. ***

Artikel terkait lainnya