Bukan Takut Kritis! Mahfud MD Ungkap Alasan ‘Tertutup’ di Komisi Reformasi Polri

DEMOCRAZY.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menanggapi berbagai kritik, pro-kontra, serta spekulasi mengenai dirinya yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai keanggotaan komisi percepatan reformasi Polri.

Dalam pernyataan melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, ia mengaku memaklumkan adanya kritik tersebut karena sebagian masyarakat mungkin tidak mengetahui rekam jejaknya secara utuh dan masyarakat khawatir ia tidak akan selugas untuk mengkritik pemerintah.

“Saya lagi-lagi maklum kalau ada orang begitu kan, orang kan tidak tahu,” ujar Mahfud membuka pernyataannya, dikutip Selasa (11/11/2025).

Mahfud kemudian menekankan bahwa ia memiliki sejarah panjang dalam karir publiknya, termasuk dikenal sebagai sosok yang kritis bahkan saat berada di dalam pemerintahan.

“Saya di dalam pemerintahan juga kritis ya, saya pernah menjadi MK (Mahkamah Konstitusi),” kenangnya.

Menyikapi situasi pro-kontra yang kini dihadapinya, termasuk kekhawatiran masyarakat jika ia tidak akan seterbuka sekarang untuk mengkritik pemerintah, Mahfud menyatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang wajar.

Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh prinsip-prinsipnya.

“Begitu seperti sekarang juga gitu, pro kontra itu gak apa-apa. Tetapi percayalah ya, saya akan tetap bicara sesuai dengan dignity saya sebagai akademisi ya,” tegasnya.

Mahfud mengajak publik untuk melihat perkembangan ke depan. Ia juga mengalihkan fokus dari isu-isu yang dianggapnya lebih kecil, seperti dinamika di kepolisian, ke masalah yang lebih substansial bagi negara.

“Jadi kita lihat aja ke depannya gitu, itu kan cuma urusan polisi kan, yang lebih berat ini negara kita ini akan korupsi dan kesewenang-wenangan, keculasan para pejabat,” kritiknya.

Menurutnya, kepolisian hanyalah bagian dari permasalahan yang lebih besar tersebut.

Terkait isu yang mungkin melibatkan informasi rahasia atau belum diputuskan oleh tim, termasuk jika ia terlibat dalam proses tertentu, Mahfud menjelaskan alasannya untuk tidak terlalu terbuka bukan karna ia takut untuk kritis, namun hanya untuk urusan tersebut.

“Polisi itu hanya bagian dari itu semua, taruhlah saya ikut ke situ, tentu secara etis saya tidak boleh membuka hal-hal yang sifatnya rahasia atau belum diputuskan oleh tim ya. Saya kira gak boleh saya bicara bukan karena takut kritis tapi hanya untuk urusan itu kan,” jelas Mahfud.

Mengakhiri pernyataannya, Mahfud MD justru mengaku senang dengan adanya pihak-pihak yang mengkritisi dirinya.

“Gak usah khawatir, tapi saya senang ada yang begitu, berarti ada yang memperhatikan saya,” ujarnya.

Ia menafsirkan perhatian tersebut sebagai indikasi bahwa integritasnya selama ini masih dihargai dan menjadi pertimbangan publik.

“Berarti ada yang melihat bahwa saya selama ini bisa dipegang kan gitu kan. Ya mudah-mudahan terus bisa dipegang, kan tergantung pada masalahnya juga gitu,” tutup Mahfud.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya