Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Laut Andaman, Patroli Malaysia Temukan 21 Jenazah

DEMOCRAZY.ID – Sebuah kapal tradisional yang mengangkut para pengungsi Rohingnya dinyatakan tenggelam dalam pelayaran dari Myanmar menuju Malaysia.

Kapal tradisional kecil yang membawa sekitar 70 orang tenggelam di dekat Langkawi.

Bahkan ada juga kapal yang lebih besar membawa 230 penumpang namun belum jelas keberadaannya.

Para pengungsi Rohingya yang mayoritas beragama Muslim, terpaksa harus mengungsi lantaran dianiaya oleh Pemerintah Myanmar yang mayoritas pemeluk Buddha.

Dalam perjalanan laut untuk mengungsi itulah, warga Rohingnya dilaporkan tenggelam.

Sejak informasi itu diterima pada Jumat lalu, tim patroli Malaysia melakukan penyisiran di pesisir laut Andaman dan menemukan 21 Jenazah.

Dari 21 Jenazah itu, 12 ditemukan di perairan Malaysia dan sembilan lainnya di Thailand. Selain itu, ada juga korban selamat yang berhasil dievakuasi.

“Kondisi cuaca tidak begitu bersahabat, tetapi bagaimanapun, kami berusaha sebaik mungkin.

Sejauh ini, 13 korban selamat telah diselamatkan,” kata kepala badan maritim Malaysia, Romli Mustafa, kepada wartawan, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 11 November 2025.

Romli menjelaskan, diprediksi masih ada korban meninggal yang belum ditemukan, sehingga proses pencarian akan dilanjutkan.

“Tanpa jaket pelampung, mungkin sulit bagi banyak orang untuk bertahan hidup bahkan dalam 24 jam, tetapi beberapa mungkin berpegangan pada benda-benda yang mengapung dan operasi pencarian akan terus berlanjut,” imbuh Romli.

Warga Rohingya hidup dalam keprihatinan dan kesusahan. Mereka dianiaya di Myanmar.

Mengungsi ke Bangladesh adalah pilihan yang sangat berat, karena mereka harus tinggal di kamp-kamp yang sangat padat.

Bayangkan saja, tenda-tensa pengungsian yang didirikan harus menampung 1,3 juta manusia.

Sekarang hanya doa dan secuil sisa-sisa kekuatan yang tersisa. Berlayar ke lautan pun tenggelam sebelum tiba di tanah harapan.

Sumber: LiraNews

Artikel terkait lainnya