

DEMOCRAZY.ID – Lionel Messi tidak pernah terlihat terobsesi mengejar catatan sejarah.
Sebaliknya, berbagai rekor justru terus datang menghampirinya.
Usai melewati laga dramatis melawan Cabo Verde, Timnas Argentina yang diperkuat Lionel Messi kini bersiap menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Duel tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli pukul 23.00 WIB, saat La Albiceleste melanjutkan misi mempertahankan gelar juara dunia.
Kemenangan tipis setelah bertarung selama 120 menit melawan tim debutan menjadi alarm bagi Argentina bahwa setiap pertandingan di Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Sejumlah tim unggulan seperti Jerman, Belanda, dan Brasil bahkan sudah lebih dulu tersingkir di fase gugur.
Jika lengah, status juara bertahan pun bisa berakhir lebih cepat.
Meski demikian, skuad besutan Lionel Scaloni tetap memiliki modal besar untuk percaya diri.
Selain pelajaran berharga dari laga sebelumnya, Argentina masih mengandalkan sosok Messi.
Di usia 39 tahun, yang kemungkinan menjalani Piala Dunia terakhirnya, sang megabintang tetap tampil luar biasa dengan torehan tujuh gol sekaligus memecahkan sederet rekor bergengsi.
Kapten Argentina tersebut kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Messi menjadi pemain pertama yang menembus angka 20 gol, unggul satu gol atas Kylian Mbappe yang berada di posisi kedua.
Ia juga mencatat rekor mencetak gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun sejak babak 16 besar Piala Dunia 2022 hingga edisi saat ini.
Selain itu, Messi memegang rekor kemenangan terbanyak, penampilan terbanyak sebagai kapten di Piala Dunia, serta menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol pada setiap fase turnamen, mulai dari babak grup hingga final.
Tak hanya itu, Messi juga mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak dari luar kotak penalti di Piala Dunia dengan enam gol.
Catatan tersebut melewati rekor legenda Brasil Rivelino yang mencetak lima gol jarak jauh pada Piala Dunia 1970 dan 1974.
Saat itu, Rivelino membobol gawang Cekoslowakia, Peru, Uruguay, Zaire (kini Republik Demokratik Kongo), dan Jerman Timur.
Rekor yang bertahan selama 52 tahun itu akhirnya berhasil dipatahkan oleh Messi.
Prestasi lain yang belum mampu disamai pemain mana pun adalah keberhasilan Messi meraih dua penghargaan Bola Emas Piala Dunia, masing-masing pada edisi 2014 dan 2022.
Hampir seluruh pencapaian terbesar di ajang Piala Dunia telah berhasil diraih Messi.
Kini hanya tersisa satu rekor penting yang masih bisa ia pecahkan, yakni jumlah assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Saat ini Messi masih berbagi posisi teratas bersama mendiang legenda Argentina Diego Maradona dengan koleksi delapan assist.
Pada laga melawan Cabo Verde, Messi sempat diyakini menambah assist setelah sepak pojoknya berujung gol kemenangan Argentina yang menutup pertandingan dengan skor 3-2.
Namun FIFA kemudian memastikan bola terakhir mengenai kepala pemain bertahan Cabo Verde sebelum masuk ke gawang, sehingga gol tersebut dihitung sebagai gol bunuh diri.
Akibatnya, Messi gagal melewati catatan assist milik Maradona.
Jika mampu mencatatkan satu assist lagi, Messi akan menjadi pemegang rekor tunggal sebagai pemberi assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Peluang itu masih sangat terbuka karena pemain bernomor punggung 10 tersebut tetap menjadi motor utama serangan Argentina.
Hampir seluruh peluang berbahaya lahir dari kreativitas Messi, lewat visi bermain yang luar biasa dan umpan-umpan akurat yang mampu membelah pertahanan lawan.
Piala Dunia 2026 seolah menghadirkan versi terbaik Lionel Messi.
Ia bermain lebih tenang dan menikmati setiap pertandingan karena sudah tidak lagi dibebani ambisi meraih gelar, setelah sukses membawa Argentina menjadi juara dunia pada 2022.
Messi tidak mengejar rekor, rekor-rekorlah yang terus menemukannya.
Itulah gambaran seorang jenius sepak bola yang sepanjang kariernya telah mendedikasikan segalanya untuk kejayaan Argentina.
Sumber: Akurat