DEMOCRAZY.ID – Tentara Israel menembak mati penjaga gawang asal Palestina, Saleem Al-Ashqar, dalam sebuah serangan di Jalur Gaza awal pekan ini.
Korban jiwa dari kalangan olahragawan terus berjatuhan di tengah konflik bersenjata yang belum mereda.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengonfirmasi bahwa Al-Ashqar kehilangan nyawa akibat timah panas yang dilepaskan oleh pasukan pendudukan.
Dikutip dari Anadolu, tragedi ini menyoroti risiko besar yang dihadapi oleh para pencinta dan pelaku olahraga di wilayah konflik tersebut.
Palestinian goalkeeper Saleem Al-Ashqar was shot dead by Israeli forces in Gaza. Married just five months ago, he leaves behind a wife expecting their first child. The Palestinian Football Association says more than 1,000 Palestinian athletes have been killed since October 2023. pic.twitter.com/Yz6cyblRf3
— Al Jazeera English (@AJEnglish) July 1, 2026
Kematian penjaga gawang berusia 32 tahun ini memicu gelombang duka mendalam dari keluarga, rekan setim, hingga komunitas olahraga internasional.
Al-Ashqar baru saja melangsungkan pernikahan lima month lalu, dan sang istri saat ini sedang mengandung anak pertama mereka.
Klub sepak bola asal Chile, Deportivo Palestino, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya sang atlet.
Mereka mengutuk keras kekerasan yang terus merenggut nyawa orang-orang tidak bersalah.
El Club Deportivo Palestino lamenta profundamente el sensible fallecimiento de Saleem Al-Ashqar, arquero palestino de 32 años que defendía los colores del Khadamat Khan Younis y que perdió la vida a manos del ejército israelí.
Nos destroza que hechos como este sigan ocurriendo.… pic.twitter.com/r6pM5hiIKg
Baca Juga— Club Deportivo Palestino (@CDPalestinoSADP) July 1, 2026
“Kami sangat berduka atas kematian tragis penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Dia dibunuh oleh tentara Israel.
Kami sangat sedih dengan kelanjutan peristiwa semacam ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian,” tulis Deportivo Palestino pada Rabu.
PFA melaporkan bahwa Al-Ashqar kini menambah daftar panjang ratusan tokoh olahraga Palestina yang tewas sejak perang pecah.
Lebih dari 1.000 atlet dilaporkan telah gugur dalam rangkaian serangan di wilayah Gaza.
Palestinian footballer Salim Al Ashqar, 31, was killed yesterday by Israeli army fire in southern Gaza.
He had married five months earlier and was expecting his first child. He was the only son among seven sisters.
Baca JugaThe number of athletes killed since the start of the Israeli… pic.twitter.com/PiDBW8r7a6
— Quds News Network (@QudsNen) June 30, 2026
Agresi militer di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia olahraga.
Banyak infrastruktur olahraga hancur dan ratusan nyawa atlet dari berbagai cabang olahraga melayang akibat bombardir pasukan Israel.
Sumber: Suara