Geger! Ini Sosok Siswanto, Wakil Rektor UNY Yang Viral Usai Sebut Spanduk Demonstran ‘Sampah’

DEMOCRAZY.ID – Wakil Rektor (Warek) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, menjadi sorotan setelah video perdebatan dirinya dengan mahasiswa mengenai pemasangan spanduk kritik viral di media sosial.

Siswanto kemudian memberikan penjelasan mengenai latar belakang tindakannya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @gardabiru.uny, Siswanto tampak menyebut spanduk kritik yang dibawa mahasiswa sebagai “sampah”.

Menanggapi hal tersebut, Siswanto menjelaskan bahwa aksinya dipicu oleh tindakan mahasiswa yang menggelar aksi teatrikal di area rektorat tanpa izin.

“Kemarin ada beberapa mahasiswa yang melakukan teatrikal di hall Rektorat tanpa izin. Padahal saat itu area sedang ramai oleh wisudawan dan orang tua setelah prosesi wisuda,” ujar Siswanto, Jumat (26/6/2026).

Selain masalah perizinan, ia juga mempermasalahkan substansi kritik mahasiswa terkait isu pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, tuduhan mahasiswa bahwa pihak kampus telah memiliki SPPG tidaklah benar.

“Material teatrikal mengotori lantai dan terdapat tulisan yang tidak pantas. Mereka menuduh UNY memiliki SPPG, padahal sampai saat ini hal itu belum ada,” jelasnya.

Versi Mahasiswa

Di sisi lain, perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY, Andri, menuturkan insiden tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2026).

Andri menjelaskan bahwa mereka memang sengaja memanfaatkan momentum wisuda untuk menggelar aksi di gedung rektorat agar pesan mereka didengar oleh banyak pihak.

“Spanduknya berukuran sekitar 2×2 meter. Isinya tulisan ‘Rektor Pendidikan Tidak Tahu Pendidikan, Kampus Tempat Memasak Pikiran, Bukan Tempat Memasak MBG, Kami Mahasiswa UNY Menolak SPPG’. Hanya tiga kalimat itu yang kami tulis,” ujar Andri.

Menurut Andri, massa aksi hanya berencana memasang spanduk tersebut di tangga rektorat untuk difoto dan segera dilepas agar tidak mengganggu prosesi wisuda.

Namun, mereka diadang oleh petugas keamanan dan Siswanto di selasar rektorat.

“Kami sempat mencoba menerobos, lalu mulai terjadi cekcok. Pak WR (Wakil Rektor) kemudian mengeluarkan pernyataan, ‘Wah ini tidak bisa kalau di sini, ini kotor, wah ini sampah’, seperti yang terekam dalam video yang beredar,” terang Andri.

Andri mengaku terkejut dengan pemilihan kata yang digunakan oleh pihak rektorat.

“Kami kaget mendengar bahasa tersebut karena selama ini kami jarang mendapatkan respons seperti itu dalam aksi-aksi sebelumnya. Kami bahkan tidak langsung menyadari bahwa beliau adalah Warek, sehingga sempat syok dan tidak bisa berkata apa-apa,” pungkasnya.

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya