Terbongkar! Ini Sosok Kuat di Balik The Economist, Media Asing yang Berani ‘Serang’ Prabowo Habis-Habisan

DEMOCRAZY.ID – Media asing The Economist habis-habisan mengkritik kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam edisi mingguan yang keluar Kamis (14/5/2026).

Judul berita “Presiden Indonesia membahayakan perekonomian dan demokrasi,” menjadi pembicaraan di X oleh sejumlah pengamat politik di dalam negeri.

Dalam artikel yang dimuatnya, media asal London, Inggris itu menyebut Prabowo Subianto sebagai Presiden yang boros dan otoriter.

Bahkan media berlangganan itu menuliskan peringai Prabowo sebagai sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM) kini sebagai pecinta kucing.

Bukan hanya satu, dua artikel diturunkan sekaligus oleh media berlatar merah itu khusus membahas Prabowo Subianto.

Satu artikel lagi bertajuk “Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang berada di jalur yang berisiko,”.

Artikel itu berisi soal potensi krisis yang bakal dihadapi Indonesia seperti Tahun 1998 saat mantan mertua Prabowo, Soeharto memimpin Indonesia.

👇👇

Belum ada tanggapan dari Istana terkait dengan pemberitaan media yang sudah terbit selama dua abad itu.

Namun netizen pun penasaran siapa sosok dibalik The Economist.

Sosok Pemilik The Economist

The Economist adalah media berita dan opini internasional terkemuka yang berbasis di London, Inggris.

Media tersebut didirikan pada tahun 1843 yang awalnya merupakan majalah mingguan.

The Economist berfokus pada analisis mendalam terkait ekonomi, politik, bisnis internasional, teknologi, dan budaya dengan pandangan sosial-liberal.

Saat ini The Economist pun bertransisi ke digital. Di X bahkan pengikutnya mencapai 26 juta lebih yang mana salah satunya anak buah Prabowo Subianto, Natalius Pigai.

Pemilik The Economist tidaklah tunggal dan dikuasai sejumlah konglomerat dunia.

Baru-baru ini misalnya, miliarder hipotek Kanada, Stephen Smith, telah setuju untuk membeli saham minoritas di The Economist Group.

Pembelian ini menandai perubahan kepemilikan pertama di majalah berita terkini Inggris yang ternama itu dalam satu dekade terakhir.

Dimuat The National, Smith dan perusahaan induk keluarganya, Smith Financial Corp., akan membeli seluruh saham sebesar 26,9 persen yang dimiliki oleh Lynn Forester de Rothschild, keluarganya, dan yayasan keluarganya seperti dimuat pernyataan perwakilan perusahaan-perusahaan tersebut dalam email.

Harga transaksi tidak diungkapkan, dan kesepakatan tersebut tunduk pada beberapa persyaratan penutupan.

Situs web Horizont sebelumnya melaporkan bahwa Smith sedang mempertimbangkan untuk membeli saham tersebut.

Kesepakatan ini menambah satu lagi taipan kaya ke daftar pemilik The Economist, yang mencakup dinasti industri Agnelli dari Italia dan anggota keluarga Cadbury dan Schroder.

Majalah ini didirikan pada tahun 1843 oleh pengusaha dan politikus Skotlandia, James Wilson, seorang penentang Undang-Undang Jagung Inggris yang membatasi impor biji-bijian untuk menguntungkan elit pemilik tanah setempat.

Majalah ini—yang menyebut dirinya sebagai surat kabar—telah berhasil bertransformasi menjadi publikasi berlangganan digital dan populer di kalangan elit bisnis dan politik karena analisisnya yang mendalam dan gaya penulisannya yang berwawasan.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya