DEMOCRAZY.ID – Terungkap voice note terakhir alias rekaman suara dokter Myta Aprilia Azmy sebelum meninggal dunia diduga akibat overwork alias beban kerja berlebih.
Fakta baru tersebut diungkapkan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) usai melakukan investigasi terhadap dokter magang Myta.
Untuk diketahui, kematian dokter Myta pada 1 Mei 2026 dinilai janggal.
Sebelum meninggal dunia, Myta tengah magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Dokter Myta disebut-sebut mengalami kelelahan luar biasa saat bekerja di rumah sakit sehingga menyebabkan ia jatuh sakit.
Dari hasil pemeriksaan medis, kadar oksigen Myta berada di bawah 80 persen.
Myta akhirnya dilarikan ke RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan untuk menjalani perawatan intensif.
Tak bertahan lama, Myta menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (1/5/2026).
Usai melakukan investigasi, tim Kemenkes pun mengurai hasil temuan.
Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra menceritakan detik-detik Myta meninggal dunia.
Awalnya pada tanggal 4 Agustus 2025, Myta melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebelum magang.
Dari hasil MCU, Myta dinyatakan sehat.
Myta lalu menjalani proses internship alias magang sejak tanggal 11 Agustus 2025 sampai dengan 10 Februari 2026 stase Puskesmas
“Sepanjang proses menjalani internship tersebut dr MAA tidak ada keluhan kesehatan,” ungkap Rudi Supriatna dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2026).
Lalu pada 11 Februari 2026 Myta mulai internship RS Kuala Tungkal.
“Yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Di stase RSUD pertama dia masuk IGD. Ada dua tahapan yakni di IGD atau di bangsal, itu masanya tiga bulan tiga bulan,” pungkas Rudi.
Setelah satu bulan magang di rumah sakit, Myta mulai mengalami gejala sakit.
Kondisi Myta kian memburuk di akhir Maret 2026.
Kabarnya Myta sempat demam hingga 41 derajat celsius.
“Tanggal 26 Maret ketika menjalani stase IGD di Kuala Tungkal, dr MAA mengalami gejala penyakit dan tetap bertugas di IGD, menjalani pengobatan mandiri, keluhan ini terus berlanjut di tanggal 31 Maret 2026, kondisinya demam, batuk, pilek lalu diminta diinfus,” ujar Rudi.
“Dokter Myta menyampaikan keluhannya ke dokter M di tanggal 1 April 2026,” kata Rudi.
Selanjutnya di tanggal 11 April 2026, Myta masih bertugas jaga meskipun kondisinya kian melemah.
Bahkan di hari ulang tahunnya pada 13 April 2026, Myta sampai hari diinfus saat tengah piket jaga.
Dengan kondisi tangan diinfus dan sakit parah, Myta pun diberi kejutan ulang tahun berupa tumpeng oleh teman-temannya.
“Tanggal 13 April, hari ulang tahun dokter MAA, dia mendapatkan infus setelah jaga malam di IGD. Dokter MAA merayakan ulang tahun dengan kondisi pasca-jaga malam dengan tangan terinfus,” ujar Rudi.
Dua hari berselang, kondisi Myta semakin parah.
Puncaknya, Myta mengirimkan rekaman suara ke rekan magangnya, Astri.
“Tanggal 15 April 2026 pagi, dokter MAA mengirimkan voice note ke rekan internshipnya dengan napas yang agak sesak,” ungkap Rudi.
Dalam konpres tersebut, Rudi memutar rekaman suara yang dikirim Myta ke rekannya.
“Astri, aku, aku mau minta tolong, mau minta tolong. Jadi kalau di jadwal Astri kan libur. Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku yang pagi ini. Kalau misalnya kamu bisa, hmm, hari ini aja, hmm, nanti yang malam biarlah Rena yang gantiin. Aku enggak kuat Astri,” ujar Myta dengan napas tersengal-sengal dan suara putus-putus.
Atas permintaan tersebut, Astri pun akhirnya menggantikan Myta untuk jaga di IGD.
Setelahnya, di hari yang yang sama, ibu kandung Myta menghubungi rekan magang anaknya.
Sang ibu cemas karena Myta tidak bisa dihubungi sama sekali.
Sampai akhirnya dokter rekan Myta pun mengecek ke kosan Myta dan menemukan fakta mengejutkan.
Dokter FA syok bertemu dengan Myta sedang berdiri linglung di bawah tangga kosannya.
Myta terlihat kebingungan sembari mengenakan baju dokter, celana pendek, tanpa jilbab.
“Tanggal 15 April 2026, ibu kandung dokter MAA menghubungi MZ, dan langsung menghubungi dokter F untuk mencari dokter MAA, ibunya menghubungi tidak bisa. Dokter MAA ditemukan di bawah tangga tempat kos sedang berdiri dengan kondisi linglung, tidak mengenakan jilbab, mengenakan celana pendek dengan atasan scrap, setelah ditanya oleh dokter FA, dokter MAA menjawab dia ingin berangkat jaga,” ungkap Rudi.
Akhirnya Myta dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.
Dari sanalah Myta akhirnya dirawat intens di rumah sakit dan diurus keluarganya.
Hingga pada 1 Mei 2026, Myta dinyatakan meninggal dunia.
Sumber: Tribun