DEMOCRAZY.ID – Suasana malam yang tenang di sekitar Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Kelurahan Muncul, Setu, mendadak berubah menjadi horor dan penuh ketegangan.
Seorang pria berinisial A melakukan aksi yang di luar nalar manusia sehat: mencoba membongkar kembali makam ibu kandungnya sendiri di bawah kegelapan malam, Jumat (8/5/2026).
Aksi nekat ini terekam dalam video amatir yang kini viral di media sosial.
Bukan karena motif mistis atau mencari wangsit, tindakan yang membuat bulu kuduk merinding ini ternyata dipicu oleh bara api konflik keluarga yang sudah mencapai puncaknya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pria tersebut tampak sangat emosional saat melakukan penggalian.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar suara lantang pria tersebut yang menyuarakan rasa kekecewaannya yang mendalam.
Alasan di balik aksi nekat itu diduga karena istrinya diusir dari lingkungan keluarga besarnya.
Rasa harga diri yang terinjak-injak dan kasih sayang kepada sang istri tampaknya membuat logika pria ini tertutup oleh amarah, hingga ia melampiaskannya ke makam sang bunda yang seharusnya dijaga kehormatannya.
Aksi ini adalah potret memilukan tentang bagaimana sebuah konflik domestik bisa meledak menjadi tindakan ekstrem.
Ketika komunikasi tersumbat dan rasa sakit hati dibiarkan menganga, tempat peristirahatan terakhir yang sakral pun bisa menjadi sasaran amarah yang salah alamat.
Warga dan kerabat yang mengetahui aksi tersebut segera berhamburan ke pemakaman untuk menghentikan A.
Terjadi perdebatan sengit di atas pusara yang tanahnya sudah mulai berserakan akibat dicangkul oleh pelaku.
“Orang elu ngusir bini gua. Gua yang sakit hati!” teriak A dengan nada gemetar, sebagaimana terlihat dalam video yang menghebohkan jagat maya tersebut.
Keluarga yang hadir di lokasi berusaha meredam situasi sambil terisak tangis.
Mereka mencoba mengingatkan A bahwa ibundanya sudah tenang di alam kubur dan tidak seharusnya diperlakukan seperti itu.
Ketua RT setempat, Selamat, mengonfirmasi insiden yang sempat membuat warga geger ini.
Meski situasi sempat memanas dan memancing kerumunan massa yang ingin tahu, pihak keluarga akhirnya memilih jalan damai.
Sekitar pukul 22.00 WIB, setelah dilakukan mediasi yang alot, pria tersebut akhirnya luluh dan menghentikan aksinya.
Makam yang sempat rusak segera dirapikan kembali oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar.
Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena aksi bongkar makamnya yang tidak lazim, tetapi juga sebagai peringatan keras betapa pentingnya menyelesaikan konflik keluarga sebelum berubah menjadi petaka yang memalukan dan memilukan di mata publik.
Sumber: HarianBanten