DEMOCRAZY.ID – Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, menyoroti kejanggalan dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang dinilai memengaruhi hasil kompetisi, termasuk bagi Timnas Indonesia.
Arnold mengungkapkan bahwa sejak awal, AFC menjanjikan pertandingan play-off akan digelar di tempat netral.
Namun, saat proses undian dilakukan, aturan tersebut berubah.
“Jujur, saya merasa play-off itu tidak adil, terutama dengan apa yang terjadi dengan Timnas Indonesia. Pada awal kualifikasi, kami diberitahu bahwa pertandingan play-off akan diadakan di tempat netral, tetapi ketika undian dilakukan, lalu semuanya berubah,” ujar Arnold, dikutip dari kanal YouTube The Howie Games, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Grup A dimainkan di Qatar, sedangkan Grup B digelar di Arab Saudi yang dihuni Indonesia, Irak, dan Arab Saudi.
Selain format, Arnold juga menyoroti ketimpangan jadwal pertandingan yang berdampak pada kesiapan tim.
Ia menyebut Indonesia harus menjalani jadwal yang lebih padat dibandingkan tim lain.
“Indonesia harus bermain dan bersiap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu (melawan Arab Saudi),” kata Arnold.
“Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami,” sambugnnya.
Sebaliknya, tuan rumah Arab Saudi mendapatkan waktu istirahat yang lebih panjang.
Perbedaan jeda pertandingan tersebut dinilai memberi keuntungan dalam aspek pemulihan fisik dan strategi, terutama dalam turnamen dengan intensitas tinggi.
Irak sendiri, kata dia, juga menghadapi jadwal yang relatif singkat antar pertandingan, sehingga waktu istirahat tidak maksimal.
Dari sisi hasil akhir, Arab Saudi berhasil finis sebagai juara Grup B dan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026.
Irak menempati posisi kedua, sementara Indonesia harus puas di posisi terbawah dan tersingkir dan mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
Sumber: VIVA