DEMOCRAZY.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) periode 2004-2014, Laode Ida menilai, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) belum pernah menunjukkan kemarahan seperti saat memberikan klarifikasi mengenai isi ceramahnya di masjid kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Laode, yang tak asing dengan JK memandang, politisi kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 itu tidak pernah semarah ini sebelumnya.
Diketahui, JK menggelar konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026) siang, dengan didampingi juru bicaranya, Husein Abdullah, dan mantan Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham) Hamid Awaluddin.
Konferensi pers digelar sebagai wadah bagi JK untuk memberikan klarifikasi atas ceramah di Masjid UGM yang berbuntut pada pelaporan terhadap dirinya karena dituding melakukan penistaan agama.
Laode menyebut, dirinya sudah kenal Jusuf Kalla sejak lama, khususnya sejak kampanye Pemilihan Presiden RI atau Pilpres 2014.
Ia menambahkan, selama dirinya mengenal JK, belum pernah melihat Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009 tersebut marah.
“Tidak pernah [semarah ini, secara terbuka maupun tertutup],” kata Laode, dikutip dari podcast/siniar Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (22/4/2026).
“Saya dulu kan beberapa kali sering sama Pak JK, dan pernah kami kampanye bersama juga. Saya diminta khusus untuk datang mendampingi beliau kampanye di Sulawesi Tenggara tahun 2014 yang lalu.”
“Beliau minta khusus saya untuk membantu beliau di Sulawesi Tenggara kampanye 2014 yang lalu. Waktu itu saya masih jadi salah satu ketua DPP PAN, Partai Amanat Nasional.”
Laode mengungkap, Jusuf Kalla dikenal memiliki cara komunikasi yang santun, dan mengayomi.
Kata Laode, selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI selama lima tahun, dirinya sering berinteraksi sehingga sudah mengenal karakter JK yang tidak pernah marah.
“Komunikasi beliau itu santun sekali, mengayomi, mengedukasi, dan seterusnya. Dia sosok panutan sebetulnya. Teduh, sejuk, aman, nyaman kita kalau bersama beliau. Tidak ada yang kasar yang dikatakan oleh beliau,” tutur Laode.
“Tidak ada marah dari beliau sepanjang yang saya tonton di publik dan apalagi komunikasi. Waktu itu kan saya pimpinan DPD, Wakil Ketua DPD lima tahun bersama SBY-JK.”
“Dan ya [selama] satu bulan, tidak kurang dari 10 kali kami, pimpinan lembaga negara, sama-sama dalam berbagai acara resmi, tidak resmi. Sering sama-sama gitu bertemu dalam komunikasinya.”
“Apalagi ya kami dari unsur sekampung ya sehingga lebih akrab suasananya gitu, dan tidak ada kata-kata kasar. Jangankan marah, kasar itu enggak pernah.”
Namun, Laode menyoroti momen klarifikasi Jusuf Kalla dalam konferensi pers di kediamannya akhir pekan lalu.
Menurut dia, ekspresi JK hingga agak gemetaran saat berbicara kepada awak media, menunjukkan kemarahan, karena sudah dituduh melakukan penistaan agama setelah video ceramah di UGM dipelintir.
“Kali ini ada satu peristiwa, menurut saya, satu suasana kebatinan yang mungkin saja tidak bisa ditahan lagi. Harus diluapkan marahnya itu sampai ekspresinya itu agak gemetaran pada saat ngomong itu,” jelas Laode.
“Itu sebenarnya mungkin ada perasaan yang benar-benar menolak sesuatu yang dituduhkan pada dia, tertolak oleh batinnya, oleh hati kecilnya. Mungkin itu ‘Saya nggak bisa menerima tuduhan ini.'”
Laode menilai, tudingan penistaan agama sudah menyinggung martabat JK.
Sehingga, klarifikasi terkait ceramah UGM tersebut merupakan cara JK untuk melindungi martabat dirinya yang sudah diinjak oleh orang lain dan dijadikan sasaran fitnah.
“Saya katakan nih mungkin sudah menyentuh martabat. Martabat itu kan sebetulnya dibawa sejak lahir oleh seseorang, sesuatu yang suci dalam dirinya dan tradisi yang dibawanya dengan ajaran-ajaran budaya, agama, leluhur, dan sebagainya, terbawa dalam dirinya,” kata Laode.
“Dan itu mengandung unsur etika dan HAM. Itu kan sebetulnya ‘hak-hak, etika yang sebenarnya saya pertahankan,’ ternyata diinjak-injak oleh orang lain, dituduh, difitnah, dan sebagainya. Itu mungkin yang menjadikan beliau marah.”
Sumber: Tribun