DEMOCRAZY.ID – Tersangka kasus dugaan ijazah palsu, Rustam Effendi Piliang, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam sebuah wawancara yang bertepatan dengan satu tahun aksi “Gerebek Rumah Jokowi”, Rustam mengungkap klaim mengenai nama panggilan Jokowi di lingkungan asalnya di Solo.
Rustam mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah rekannya di Solo saat memimpin aksi massa setahun lalu.
Ia mengaitkan penyebutan nama tersebut dengan keraguan yang menurutnya berkembang di publik terkait keaslian ijazah Jokowi.
“Kawan-kawan dari Solo pun saya kemarin ketemu juga bilang ijazah Jokowi itu nggak ada, dibikin. Dan dia cerita kalau di Solo itu Jokowi itu di lingkungan kami dipanggilnya Jarkowi Jarkosok,” ujar Rustam dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (21/4/2026).
Ia meyakini informasi yang diperolehnya bukan sekadar kabar tanpa dasar.
Bahkan, menurutnya, penyebutan nama tersebut akan memicu reaksi tertentu dari Jokowi.
“Ya kalau menurut kawan saya kalau Jokowi dengar nama itu dia akan bingung akan tahu. Jadi artinya informasi ini saya dapatkan bukan kaleng-kaleng gitu loh, bahwa ijazah Jokowi itu memang nggak ada gitu loh,” tegasnya.
Tak hanya menyinggung Jokowi, Rustam juga menyebut nama Eko Sulistyo, yang disebutnya memiliki panggilan tersendiri di lingkungan yang sama.
“Dan Eko itu kalau di Solo juga dipanggil Eko Panjul gitu loh di lantara lingkaran-lingkaran mereka. Jadinya dari omongan saya itu nama-nama yang saya sebutkan itu dia pasti berasa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustam turut menyeret nama mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.
Ia menuding Pratikno sebagai sosok yang berada di balik dugaan pembuatan ijazah palsu tersebut.
“Pengakuan dari orang dekatnya si Eko Panjul kalau otak itu bukan Eko katanya, otak itu Pratikno. Jadi kejar tuh Pratikno,” kata Rustam.
Lebih jauh, ia juga menduga posisi Pratikno dalam pemerintahan saat ini berkaitan dengan upaya melindungi Jokowi dari berbagai persoalan yang disebutnya.
Rustam menyatakan berencana mengambil langkah lanjutan, termasuk aksi massa sebelum melaporkan hal tersebut secara resmi.
“Kita mau gedor dulu tuh kantornya tuh biar Pak Prabowo tahu kalau Pratikno tuh kurang ajar merusak dunia pendidikan masa sebagai rektor ditaruh cuma untuk meloloskan ijazah Jokowi yang palsu di UGM,” tuturnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi maupun pihak-pihak yang disebutkan terkait pernyataan tersebut.
[FULL VIDEO]
Sumber: Suara