GEGER! Arif Ikhsan Ngaku ‘Disogok’ Rp350 Juta Demi ‘Gagalkan’ Aksi ke Rumah Jokowi dan UGM, Siapa Dalangnya?

DEMOCRAZY.ID – Sebuah pengakuan mengejutkan mengguncang jagat maya dan publik Solo.

Arif Ikhsan, koordinator aksi yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), membongkar adanya upaya “penyuapan” masif yang menyasar dirinya.

Secara blak-blakan, Arif mengaku ditawari uang tunai sebesar Rp350 juta agar membatalkan agenda kunjungan rombongannya ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo serta Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Suap Ratusan Juta Lewat Sambungan Telepon

Aksi penyuapan ini disebut-sebut terjadi melalui jalur komunikasi pribadi.

Arif mengungkapkan bahwa seorang oknum yang belum diketahui identitasnya mencoba “menawar” integritas gerakan mereka tepat sebelum rombongan bergerak.

“Saya ditawari Rp350 juta. Dia bilang kalau bisa jangan berangkat ke sana (Solo dan UGM). Tapi saya jawab tegas, tidak bisa!” ujar Arif dengan nada geram.

Uang ratusan juta tersebut disodorkan sebagai mahar agar isu sensitif yang dibawa TPUA tidak sampai ke telinga publik lebih luas atau menyentuh langsung institusi terkait.

👇👇

“Siapa Dalangnya?” – Pertanyaan yang Meresahkan Publik

Munculnya angka Rp350 juta ini menimbulkan spekulasi liar.

Publik kini bertanya-tanya: Siapa sosok kuat yang merasa terancam dengan gerakan ini? Kunjungan TPUA ke UGM dan rumah Jokowi memang membawa misi khusus terkait tuntutan transparansi ijazah yang selama ini menjadi bola panas di media sosial.

Penolakan Arif Ikhsan terhadap uang “tutup mulut” ini seolah menegaskan bahwa ada sesuatu yang sangat penting yang sedang mereka perjuangkan.

Kronologi Aksi: Dari Kampus UGM hingga Kediaman Solo

Sebelum menuju Solo, rombongan TPUA terpantau sudah mendatangi kampus UGM di Yogyakarta. Di sana, mereka melayangkan protes dan meminta klarifikasi resmi.

Setelah dari Yogyakarta, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke Solo untuk mendatangi rumah Jokowi, mengabaikan tawaran uang fantastis yang sempat mampir ke kantong sang koordinator.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keamanan mengenai laporan dugaan percobaan penyuapan ini.

Namun, langkah Arif Ikhsan telah menciptakan gelombang diskusi besar mengenai integritas dan tekanan politik di balik isu ijazah yang terus bergulir.

Sumber: Akurat

Artikel terkait lainnya