Iran, Hizbullah, Houthi Serentak Serang Habis-Habisan Israel!

DEMOCRAZY.ID – Militer Iran, kelompok Hizbullah dari Lebanon, dan kelompok Houthi Ansharullah dari Yaman melancarkan serangan hampir bersamaan ke wilayah Israel pada Senin.

Sejumlah kota di Israel dilaporkan menjadi sasaran rudal dan drone, sementara sedikitnya empat warga sipil dilaporkan tewas.

Aljazirah melaporkan ledakan keras mengguncang Tel Aviv dan Yerusalem pada Senin sore waktu setempat.

Media Israel menyebut serangan datang secara simultan dari tiga arah—Iran, Lebanon, dan Yaman—menandai salah satu eskalasi terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Channel 12 Israel melaporkan kru ambulans menerima laporan mengenai puing-puing rudal yang jatuh di wilayah Israel tengah.

Harian Yedioth Ahronoth menyebut Iran kembali menargetkan kawasan yang sama kurang dari sepuluh menit setelah serangan pertama.

Channel 13 Israel melaporkan tim penyelamat melakukan pencarian di sejumlah wilayah di Israel tengah dan selatan setelah laporan jatuhnya pecahan rudal.

Tak lama setelah gelombang serangan pertama, televisi pemerintah Iran mengumumkan peluncuran rudal tambahan ke arah wilayah Israel.

Radio Angkatan Darat Israel menyebutkan laporan awal mengenai pecahan proyektil yang jatuh di beberapa lokasi di Israel tengah.

Sementara itu, Komando Front Dalam Negeri Israel mengumumkan sirene peringatan berbunyi di wilayah selatan setelah terdeteksi adanya infiltrasi pesawat nirawak.

Laporan awal menunjukkan pecahan rudal Iran menghantam sekitar 30 titik di wilayah Tel Aviv.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan kendaraan serta melukai sedikitnya tiga orang.

Sumber keamanan menyebut rudal tersebut diduga membawa hulu ledak curah, yang menyebabkan penyebaran pecahan luas dan meningkatkan tingkat kerusakan.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan pada properti publik dan rumah warga, serta kebakaran di beberapa lokasi.

Kerusakan dilaporkan terjadi antara lain di kota Bnei Brak dan Petah Tikva, di mana sebuah bangunan dilaporkan terbakar dan sejumlah kendaraan rusak.

Salah satu korban luka dilaporkan berada dalam kondisi sedang.

Di wilayah selatan Israel, sirene juga berbunyi di kota Eilat setelah sebuah drone yang diduga datang dari Yaman terdeteksi.

Media Israel melaporkan pesawat nirawak tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai target, tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

Drone lain juga dilaporkan berhasil dihentikan di dekat kawasan industri kota tersebut.

Sementara itu di perbatasan utara, kelompok Hizbullah Lebanon mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan konsentrasi tentara Israel dan sejumlah permukiman di Israel utara.

Hizbullah juga mengklaim menyerang tank Israel dengan rudal langsung di wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari eskalasi yang terus berlangsung di perbatasan.

Pihak Israel diketahui menerapkan sensor ketat terhadap informasi kerugian akibat serangan rudal dan drone dari Iran maupun Hizbullah.

Pembatasan informasi juga diberlakukan terkait pertempuran darat antara militer Israel dan pejuang Hizbullah di Lebanon selatan.

Di kota Haifa, tim penyelamat Israel melaporkan menemukan jenazah empat orang dari bawah reruntuhan bangunan yang terkena rudal balistik Iran.

Keempat korban diketahui merupakan pasangan lansia, putra mereka, serta pasangan putra tersebut.

Serangan baru yang menyasar kawasan yang sama kemudian dilaporkan melukai ringan empat orang lainnya dan menimbulkan kerusakan tambahan.

Hasil penyelidikan awal Angkatan Udara Israel menunjukkan rudal tersebut tidak berhasil dicegat karena pecah di udara.

Akibatnya lintasan proyektil berubah dan sistem pencegat gagal mengenai sasaran.

Bagian rudal yang diduga merupakan hulu ledak kemudian jatuh dan menghantam bangunan tempat tinggal, menyebabkan sebagian struktur bangunan runtuh.

Di tengah eskalasi tersebut, Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap wilayah sipil Iran akan dibalas dengan respons yang lebih kuat.

Dalam pernyataan pada Senin, juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari menegaskan bahwa Teheran sejak awal telah memperingatkan bahwa serangan terhadap sasaran sipil akan dibalas dengan “respons ganda” terhadap kepentingan musuh.

“Jika agresi terhadap wilayah sipil kembali terjadi, respons pembalasan kami akan lebih kuat dan lebih luas,” kata Zolfaghari.

Peringatan itu muncul setelah serangan yang disebut Iran sebagai operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada dini hari Senin menargetkan sejumlah kawasan sipil di Teheran dan Qom, termasuk lingkungan permukiman, universitas, dan infrastruktur energi.

Seorang pejabat keamanan di Teheran melaporkan sedikitnya 13 orang tewas setelah dua bangunan tempat tinggal di kawasan Baharestan, barat daya ibu kota, dihantam serangan.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Sementara di kota Qom, pejabat keamanan setempat menyebut sedikitnya lima warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka setelah serangan menghantam kawasan permukiman padat pada Senin pagi.

Sumber: Republika

Artikel terkait lainnya