DEMOCRAZY.ID – Suasana khidmat acara Halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (30/3/2026) mendadak berubah menjadi arena ketegangan.
Acara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi pasca libur Lebaran itu justru membongkar perseteruan terbuka antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati (Wabup), Amir Hamzah.
Ketegangan terjadi saat Wakil Bupati nyaris melabrak sang Bupati di atas mimbar akibat tak terima masa lalunya diungkit di depan ratusan pegawai pemerintahan.
“Uyuhan (masih mending) mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur,” ujar Hasbi, yang dikutip pada Selasa (31/3/2026).
Merespons insiden memalukan tersebut, Amir secara terpisah meluapkan kekecewaannya.
“Kalau hanya menyebut nama saya mungkin biasa. Tapi menyebut saya mantan narapidana di depan umum, itu sudah masuk penghinaan pribadi,” tegas Amir.
Lihat postingan ini di Instagram
Baca JugaSebuah kiriman dibagikan oleh officialinews (@officialinewstv)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh LIPUTANCIKARANG.com | BERITA 📽📸 (@liputancikarang)
Lihat postingan ini di Instagram
Baca Juga
Berikut 5 fakta di balik insiden Bupati Lebak yang menyinggung status mantan napi Wabup:
Ketegangan awal bermula ketika Hasbi memberikan pidato resmi yang menyinggung soal batasan kewenangan seorang wakil kepala daerah berdasarkan Pasal 66 Undang-Undang ASN.
Tidak berhenti di situ, suasana yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan itu mendadak berubah canggung ketika Hasbi secara terang-terangan melontarkan teguran menohok yang ditujukan langsung kepada Amir Hamzah.
Sang wakil bupati tersebut dikritik secara terbuka lantaran dinilai telah mengambil langkah indisipliner dengan sering memanggil sejumlah kepala dinas untuk merapat ke kediaman pribadinya tanpa adanya instruksi, koordinasi, maupun pendelegasian tugas yang sah dari bupati.
Situasi yang awalnya hanya berupa sindiran birokrasi berubah memanas ketika Hasbi mulai menyentuh ranah pribadi dengan mengungkit status masa lalu Amir sebagai mantan warga binaan.
Merasa direndahkan di depan umum, Amir yang saat itu duduk di barisan depan langsung berdiri dan berusaha menghampiri mimbar dengan penuh emosi.
Keributan tersebut beruntung bisa segera dicegah oleh Sekretaris Daerah, asisten pribadi, dan istri bupati, sebelum akhirnya Amir dibawa keluar dari area pendopo oleh sejumlah ASN.
Insiden memalukan tersebut rupanya disaksikan langsung oleh istri beserta anak-anak Amir Hamzah yang turut hadir di lokasi acara.
Merasa keluarganya sangat terpukul dan dipermalukan di forum resmi, istri Amir dikabarkan sangat kecewa dan terpukul.
Akibat kejadian ini, sang istri bahkan memutuskan untuk tidak lagi ikut campur atau aktif dalam berbagai kegiatan resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak ke depannya.
Merasa harga dirinya diinjak-injak, Amir akhirnya melakukan serangan balik dengan membongkar kebiasaan buruk sang bupati.
Ia mengungkapkan bahwa Hasbi kerap memberikan contoh yang tidak pantas bagi para ASN karena lebih sering menghabiskan waktu di luar daerah.
Amir bahkan membocorkan momen di mana sang bupati hanya masuk kerja satu hari dalam sepekan dan sisanya dihabiskan di Jakarta, sehingga dinilai tidak memiliki kapasitas untuk menuntut kinerja bawahannya.
Menanggapi kehebohan yang terjadi, Bupati Hasbi justru bersikap santai dan membantah telah melakukan penghinaan terhadap wakilnya.
Ia berdalih bahwa ucapan tersebut murni karena gaya komunikasi dan intonasi bicaranya yang memang lugas.
Lebih jauh, ia mengklaim bahwa penyebutan status mantan narapidana itu justru dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Amir yang mampu bangkit dari masa lalunya hingga sukses menduduki kursi orang nomor dua di Kabupaten Lebak.
Sumber: Suara