Laporan Intelijen AS Sebar Fitnah Tentang Mojtaba Khamenei, Reaksi Donald Trump Jadi Sorotan!

DEMOCRAZY.ID – Pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei terus digoyang dan dilemahkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Tak kunjung menyerah meski diserang rudal-rudal Israel dan AS membuat intelijen Negeri Paman Sam gunakan taktik baru untuk melemahkan Mojtaba Khamenei.

Terbaru, sejumlah laporan media AS dan Israel memunculkan kabar soal kehidupan pribadi Mojtaba Khamenei.

NY Post dalam laporan terbarunya menyebut bahwa Mojtaba Khamenei berdasarkan laporan intelijen AS sebagai penyuka sesama jenis.

Laporan ini kemudian ditulis ulang sejumlah media Israel seperti Channel 14.

“Mojtaba Khamenei, kemungkinan memiliki orientasi seksual terhadap sesama jenis. Informasi tersebut disampaikan oleh badan intelijen AS dalam laporan rahasia kepada Gedung Putih,” tulis laporan NY Post.

“Menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Trump bahkan sempat tertawa ketika mendengar laporan tersebut. Beberapa pejabat lain di ruangan yang sama juga disebut ikut bereaksi dengan tawa karena terkejut dengan isi laporan intelijen tersebut,”

Laporan tersebut sebenarnya terbantahkan dengan fakta bahwa Mojtaba Khamenei memiliki seorang istri, Haddad-Adel, putri dari mantan Ketua Parlemen Iran, Gholam-Ali Haddad-Adel.

Mojtaba Khamenei menikahi Haddad-Adel pada 1999 dan pasangan ini telah dikarunia anak.

Berdasarkan laporan terbaru, Haddad-Adel meninggal dunia dalam serangan AS-Israel ke Iran baru-baru ini.

Wafatnya sang istri membuat Mojtaba Khamenei dalam pidatonya pada Kamis 12 Maret lalu tegas menyebut bahwa AS-Israel akan merasakan pembalasan dari Iran.

“Saya pastikan kita tidak akan menahan diri untuk membalas darah para syuhada,” kata Khamenei seperti dilansir Aljazeera.

“Balasan kami tidak hanya atas gugurnya pemimpin revolusi, tetapi setiap warga yang terbunuh akan menjadi bagian dari berkas pembalasan.”

Khamenei juga menyinggung serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, serta anggota keluarganya dalam serangan udara di awal perang.

Mojtaba menegaskan Iran akan menuntut ganti rugi dari Amerika Serikat dan Israel.

“Jika mereka menolak, kami akan mengambil dari aset mereka sesuai yang kami anggap pantas. Jika tidak bisa, kami akan menghancurkan aset mereka dalam jumlah yang sama,” ujarnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya